UTS PSIKOLOGI LINGKUNGAN (Hierarki Pengelolaan Sampah dan Konsep 3R)
KUS WITA WARDANI
25310430002
Psikologi
Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)
Tugas: UTS Psikologi
Lingkungan
Dosen
Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.
Bulan/ tahun
terbit: Mei/ 2026
FAKULTAS
PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
PENDAHULUAN
Pengelolaan sampah yang efektif berpedoman pada konsep hierarki sampah (Chowdhury et al., 2014; Waste4Change dalam Bahraini, 2019), yang mengarahkan penanganan limbah dari metode pembuangan di tingkat bawah menuju taktik 3R (reduce, reuse, recycle) di tingkat atas. Di puncak hierarki, pengurangan sampah (reduce). Di tingkat berikutnya, penggunaan kembali (reuse). Jika sampah tetap tercipta, daur ulang (recycle) terhadap material seperti kaca, kertas, dan plastik menjadi langkah selanjutnya. Terakhir, pembuangan akhir (disposal) ditempatkan sebagai pilihan paling akhir. Tahapan- tahapan Hierarki Pengelolaan Sampah, adalah sebagai berikut:
a. Pengurangan (reduce); menghemat material
dalam proses desain dan manufaktur., memaksimalkan masa pakai dan penggunaan
ulang produk, menekan penggunaan bahan kimia berbahaya
b. Penggunaan
Kembali (Reuse); memeriksa, membersihkan, memperbaiki,memperbarui,
barang utuh atau suku cadang. Mengubah limbah menjadi sesuatu yang baru
c. Daur
Ulang (Recycle); mengubah limbah menjadi zat atau produk baru. Termasuk
pengomposan jika memenuhi protokol kualitas.
d. Pembuangan (Disposal);
metode pembuangan akhir sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA)
serta pembakaran limbah yang tidak disertai dengan pemanfaatan kembali energi
potensialnya.
ISI
TPST 3 Randu Alas yang bertempat
di Candikarang, Sleman, Yogyakarta adalah salah satu dari sekian banyak TPST
yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan konsep 3R dengan
pendekatan berbasis masyarakat, TPS 3R berfungsi sebagai pusat pengolahan
sampah tingkat kawasan yang mencakup kegiatan pengumpulan, pemilahan, serta
pemanfaatan kembali material. Fokus utamanya adalah mereduksi volume dan
mengolah sampah agar nilai ekonominya terjaga, sehingga residu yang dikirim ke
TPA menjadi sangat minim. Strategi ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan
perkotaan, sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan TPA hanya sebagai
muara akhir bagi sisa sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi.
Di
negara berkembang, pengelolaan sampah mulai bergeser dari metode konvensional
(pembakaran dan pembuangan terbuka) menuju strategi minimisasi limbah. Langkah
preventif ini terbukti efektif mengurangi beban finansial pengelolaan kota
serta kapasitas TPA (UN HABITAT, 2010). Di Malaysia, penerapan hierarki sampah
di tingkat rumah tangga baru sebatas pada aktivitas guna ulang (reuse)
berskala sedang untuk material harian seperti botol dan plastik. Namun,
aktivitas daur ulang (recycle) untuk limbah spesifik seperti komponen
elektronik dan minyak bekas masih diabaikan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya
literasi lingkungan masyarakat yang menganggap remeh insentif daur ulang karena
faktor kemapanan ekonomi. Fenomena ini menunjukkan adanya jarak antara
pengetahuan lingkungan dan partisipasi aktif, yang memerlukan intervensi
pemerintah melalui kampanye edukasi yang lebih agresif.
KESIMPULAN
Dari penjabaran diatas mengenai Hierarki Pengelolaan Sampah dan penjabaran tahapan-tahapannya, serta dihubungkan dengan kegiatan kunjungan dan belajar TPST Randu Alas 3 yang berlokasi di Sleman Yogyakarta, serta literasi berbagai penelitian di negara lain mengenai konsep 3R, misalnya di Malaysia (Ali et al., 2021). Saya sependapat/ setuju bahwa perilaku 3R merupakan pendekatan yang efektif dalam mengurangi timbulan sampah di berbagai konteks sosial dan geografis.
Walau dalam pelaksanaannya sampai sekarang kegiatan ini masih belom dapat menyelesaikan permasalahan umum sampah, tetapi kegiatan ini sangat bermanfaat walau tingkat keevektifitasan masih relatif rendah penyebabnya adalah masih banyaknya kendala yang dihadapi dalam kegiatan 3R tersebut (kurangnya edukasi, kurangnya fasilitas, minimnya/rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah) dan kendala lainnya adalah peran pemerintah selaku regulator yang dirasa kurang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, swasta maupun pemerintah agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Ali,
N.E.H., Talmizi, N.M., Wahab, S.N.A., Rijal, N.S., Rased, A.N.N.W.A. &
Saleh, A.A. (2021). Solid waste management hierarchy: An empirical
investigation. Conference: Changing Lives in Briliant Ways International
Invention & Innovative Competition (InIIC). August, pp. 1-7. Retrieved
from:
https://www.researchgate.net/publication/353827740_Solid_Waste_Management_Hierarchy_An_Empirical_Investigation
Bahrani,
A. (2023). Apa itu 3R? Pengertian reduce, reuse recycle dan contohnya. Waste4change.
6 Mei. Retrieved from:
https://waste4change.com/blog/konsep-prinsip-3r-reduce-reuse-recycle/
Chowdhury,
A.H., Mohammad, N., Ul Haque, Md.R. & Hossain, T. (2014). Developing 3Rs
(reduce, reuse and recycle) strategy for waste management in the urban areas of
Bangladesh: Socioeconomic and climate adoption mitigation option. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology
and Food Technology (IOSR-JESTFT. 8(5), Ver. I, May, pp. 09-18.







0 komentar:
Posting Komentar