Senin, 25 Mei 2026

UTS PSIKOLOGI LINGKUNGAN (Hierarki Pengelolaan Sampah dan Konsep 3R)

 

UTS PSIKOLOGI LINGKUNGAN (Hierarki Pengelolaan Sampah dan Konsep 3R)


KUS WITA WARDANI

25310430002

Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan (B)

Tugas: UTS Psikologi Lingkungan

Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta M.A.

Bulan/ tahun terbit: Mei/ 2026

 

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PROKLAMASI 45

YOGYAKARTA


PENDAHULUAN

Pengelolaan sampah yang efektif berpedoman pada konsep hierarki sampah (Chowdhury et al., 2014; Waste4Change dalam Bahraini, 2019), yang mengarahkan penanganan limbah dari metode pembuangan di tingkat bawah menuju taktik 3R (reduce, reuse, recycle) di tingkat atas. Di puncak hierarki, pengurangan sampah (reduce). Di tingkat berikutnya, penggunaan kembali (reuse). Jika sampah tetap tercipta, daur ulang (recycle) terhadap material seperti kaca, kertas, dan plastik menjadi langkah selanjutnya. Terakhir, pembuangan akhir (disposal) ditempatkan sebagai pilihan paling akhir. Tahapan- tahapan Hierarki Pengelolaan Sampah, adalah sebagai berikut:

a.    Pengurangan (reduce); menghemat material dalam proses desain dan manufaktur., memaksimalkan masa pakai dan penggunaan ulang produk, menekan penggunaan bahan kimia berbahaya

b.    Penggunaan Kembali (Reuse); memeriksa, membersihkan, memperbaiki,memperbarui, barang utuh atau suku cadang. Mengubah limbah menjadi sesuatu yang baru

c.     Daur Ulang (Recycle); mengubah limbah menjadi zat atau produk baru. Termasuk pengomposan jika memenuhi protokol kualitas.

d.     Pembuangan (Disposal); metode pembuangan akhir sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) serta pembakaran limbah yang tidak disertai dengan pemanfaatan kembali energi potensialnya.


ISI

TPST 3 Randu Alas yang bertempat di Candikarang, Sleman, Yogyakarta adalah salah satu dari sekian banyak TPST yang tersebar di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menerapkan konsep 3R dengan pendekatan berbasis masyarakat, TPS 3R berfungsi sebagai pusat pengolahan sampah tingkat kawasan yang mencakup kegiatan pengumpulan, pemilahan, serta pemanfaatan kembali material. Fokus utamanya adalah mereduksi volume dan mengolah sampah agar nilai ekonominya terjaga, sehingga residu yang dikirim ke TPA menjadi sangat minim. Strategi ini menjadi solusi atas keterbatasan lahan perkotaan, sejalan dengan kebijakan nasional yang menempatkan TPA hanya sebagai muara akhir bagi sisa sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi. 

Di negara berkembang, pengelolaan sampah mulai bergeser dari metode konvensional (pembakaran dan pembuangan terbuka) menuju strategi minimisasi limbah. Langkah preventif ini terbukti efektif mengurangi beban finansial pengelolaan kota serta kapasitas TPA (UN HABITAT, 2010). Di Malaysia, penerapan hierarki sampah di tingkat rumah tangga baru sebatas pada aktivitas guna ulang (reuse) berskala sedang untuk material harian seperti botol dan plastik. Namun, aktivitas daur ulang (recycle) untuk limbah spesifik seperti komponen elektronik dan minyak bekas masih diabaikan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya literasi lingkungan masyarakat yang menganggap remeh insentif daur ulang karena faktor kemapanan ekonomi. Fenomena ini menunjukkan adanya jarak antara pengetahuan lingkungan dan partisipasi aktif, yang memerlukan intervensi pemerintah melalui kampanye edukasi yang lebih agresif.


KESIMPULAN

Dari penjabaran diatas mengenai Hierarki Pengelolaan Sampah dan penjabaran tahapan-tahapannya, serta dihubungkan dengan kegiatan kunjungan dan belajar TPST Randu Alas 3 yang berlokasi di Sleman Yogyakarta, serta literasi berbagai penelitian di negara lain mengenai konsep 3R, misalnya di Malaysia (Ali et al., 2021). Saya sependapat/ setuju bahwa perilaku 3R merupakan pendekatan yang efektif dalam mengurangi timbulan sampah di berbagai konteks sosial dan geografis.

Walau dalam pelaksanaannya sampai sekarang kegiatan ini masih belom dapat menyelesaikan permasalahan umum sampah, tetapi kegiatan ini sangat bermanfaat walau  tingkat keevektifitasan masih relatif rendah penyebabnya adalah masih banyaknya kendala yang dihadapi dalam kegiatan 3R tersebut (kurangnya edukasi, kurangnya fasilitas, minimnya/rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah) dan kendala lainnya adalah peran pemerintah selaku regulator yang dirasa kurang optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, swasta maupun pemerintah agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, N.E.H., Talmizi, N.M., Wahab, S.N.A., Rijal, N.S., Rased, A.N.N.W.A. & Saleh, A.A. (2021). Solid waste management hierarchy: An empirical investigation. Conference: Changing Lives in Briliant Ways International Invention & Innovative Competition (InIIC). August, pp. 1-7. Retrieved from:

https://www.researchgate.net/publication/353827740_Solid_Waste_Management_Hierarchy_An_Empirical_Investigation

Bahrani, A. (2023). Apa itu 3R? Pengertian reduce, reuse recycle dan contohnya. Waste4change. 6 Mei. Retrieved from:

https://waste4change.com/blog/konsep-prinsip-3r-reduce-reuse-recycle/

Chowdhury, A.H., Mohammad, N., Ul Haque, Md.R. & Hossain, T. (2014). Developing 3Rs (reduce, reuse and recycle) strategy for waste management in the urban areas of Bangladesh: Socioeconomic and climate adoption mitigation option. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology (IOSR-JESTFT. 8(5), Ver. I, May, pp. 09-18.



0 komentar:

Posting Komentar