EDUKASI KONSEP 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) DAN PEMBAGIAN TUMBLER PADA ANAK – ANAK TPA SERTA PERAN SEBAGAI PELAKSANA KOMITE SEKOLAH (MEDIATOR KEBIJAKAN SEKOLAH DAN HARAPAN ANAK DIDIK DAN ORANGTUA WALI MURID)
KUS WITA WARDANI
25310430002
Psikologi Lingkungan/ Kelas Karyawan
(B)
Tugas: Essai Prestasi
Dosen Pengampu: Dr. Arundati Shinta
M.A.
Bulan/ tahun terbit: Mei/ 2026
FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS
PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
PENDAHULUAN
Manusia pada hakikatnya adalah sebagai makhluk sosial (homo socius), yang berarti akan selalu hidup berdampingan dengan orang lain. Manusia membutuhan orang lain karena tidak mampu mencukupi kebutuhannya dan tidak mampu mengembangkan potensi dirinya seorang diri. Keterikatan dengan lingkungan sosial inilah yang menjadikan manusia tidak akan bisa melepaskan diri dari pengaruh individu lain (tidak dapat hidup sendiri). Selain itu manusia sebagai makhluk sosial juga secara tidak langsung terikat dengan norma dan peraturan dalam perannya sebagai makhluk sosial dalam hidup bermasyarakat. Perilaku sosial dalam hidup bermasyarakat sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan menciptakan kerukunan dalam masyarakat.
PELAKSANAAN KEGIATAN SOSIAL KEMASYARAKATAN
1. EDUKASI
KONSEP 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan PEMBAGIAN BOTOL TUMBLER PADA ANAK-ANAK TPA
Tempat : Masjid Hajar Noor 2, Penen, Harjobinangun, Sleman, Yogya
Pukul : 18.00 wib – 19.00 wib
Tujuan Kegiatan :
Edukasi konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang saya lakukan pada anak-anak TPA Masjid Hajar Noor 2, Penen, Harjobinangun, Yogyakarta diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai pentingnya cinta kepada lingkungan sejak dini sekaligus sebagai sarana pembangunan pendidikan karakter pro-lingkungan yang dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan. Pada kesempatan kali ini materi edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang saya sampaikan pada anak-anak TPA tersebut tersebut meliputi: penggunaan tumbler sebagai pengganti botol plastik, mengingatkan kembali (remainder) mengenai pentingnya tindakan membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan kertas berlebihan. Pembagian botol tumbler merupakan stimulus tambahan yang saya lakukan agar mereka semakin bersemangat untuk melakukan konsep 3R tersebut. Kegiatan ini (edukasi konsep 3R) diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu dengan konsep yang ringan dan menyenangkan dan menjadikan mereka pribadi yang pro-lingkungan sejak dini dan dapat berkelanjutan/continue hingga tahapan hidup perkembangan mereka selanjutnya
2. PERAN SEBAGAI PELAKSANA KOMITE SEKOLAH (MEDIATOR KEBIJAKAN SEKOLAH DAN HARAPAN ANAK DIDIK DAN ORANGTUA WALI MURID)
Komite sekolah adalah
salah satu wujud organisasi kecil sosial kemasyarakatan, kebetulan saya menjadi
anggota komite di sekolah tempat anak saya menimba ilmu (MISPA Pandanaran Yogyakarta). Saya memegang tanggung
jawab ini lebih dari 5 tahun, dan masih aktif sampai sekarang. Sudah banyak
kegiatan yang saya lewati bersama anggota kelompok komite lainnya seperti
memberikan dukungan dan peran serta aktif dalam kegiatan/event-event sekolah,
menjadi perwakilan dari orangtua wali untuk menyampaikan aspirasi ke sekolah
sebagai bahan pertimbangan peningkatan kualitas mutu sekolah, turut membantu
memberikan edukasi (membangun karakter) dalam moral dan etika (situasional),
melakukan koordinasi untuk berbagai acara sosial intern kelas. Banyak hal dan
pengalaman yang berharga yang bisa saya ambil dalam kegiatan selama berkomite, salah
satunya adalah belajar berkomitmen untuk terus aktif dan produktif dalam hidup sosial
bermasyarakat.
Event yang kami sedang
lakukan bulan ini adalah event farewell dimana rapat kordinasi mengenai evant tersebut sudah kami lakukan sejak awal bulan ini
(Mei 2026) dan masih dalam progress, berikut saya sertakan dokumentasi dari beberapa kegiatan yang sudah
terlaksana.










0 komentar:
Posting Komentar