ALL THE BRIGHT PLACES 2020
Essay 2 Psikologi Sosial
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta, MA.
|
JUDUL |
All The
Bright Places |
|
KARYA |
Beradaptasi
dari novel karya Jennifer Niven dengan judul yang sama. 2020. Full Movie.
01:48:00 |
|
RINGKASAN |
Menceritakan
seorang anak laki-laki Bernama Theodore Finch bertemu anak perempuan bernama
Violet Markey yang hendak melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari
jembatan. Sejak
pertemuan itu Finch terus berusaha untuk menghilangkan kesedihan yang dialami
Violet Violet
Markey memiliki rasa trauma kesedihan atas kematian kakak kandung akibat
kecelakaan mobil ditempat saat Violet hendak bunuh diri di jembatan. Finch
yang berusaha mengajaknya berkelana ke tempat-tempat indah yang tersembunyi
di Indiana. Finch
dan Violet berkelana berbagai tempat sembari dengan alasan tugas sekolah
geografi untuk menemukan keajaiban Indiana. Finch sendiri mengajaknya
ketempat yang terang walaupun memiliki masa kelam tersendiri menjadi ruang
aman bagi Violet untuk terbuka terhadap masalah yang dirasakannya. Dengan
beberapa adegan ketika Finch dan Violet menari bersama disamping mobil dengan
iringan musik klasik. Tanpa
disadari, Finch sendiri juga memiliki masalah pada jiwanya yang pelu
disembuhkan. Finch yang selalu tersenyum dan mengeluarkan kata-kata manis untuk
Violet ternyata memiliki tumpukan beban dipikirannya tanpa memberitahu
siapapun. Finch
sendiri mengalami kesulitan mengontrol emosi yang disebut dengan Bipolar
disorder. Dikarenakan masa kecil yang dialaminya dan merasa tidak ada
yang mengakui keberadaannya di dalam keluarganya dan juga isu rasisme yang
menilai bahwa yang berkulit hitam selalu dicap bertemperamen tinggi. Diakhir
film Violet mempresentasikan tugas sekolah yang dilakukan bersama Finch.
Violet menjelaskan bahwa dirinya yang terkurung dan tertutup telah hidup
Kembali berkat Finch. “Dulu
saya takut untuk hidup dan sekarang saya takut apa yang akan terjadi jika
saya tidak hidup” kutipan akhir Violet dalam mempresentasi laporan tugas
sekolahnya. Dan di
akhir film terdapat juga kutipan yaitu “Ada keindahan di tempat yang tak
terduga, ada tempat tempat yang terang bahkan di masa kelam” |
|
PERMASALAHAN |
Film
ini sebagai tamparan bagi kaum remaja yang sering membendung masalahnya
sendiri, hingga berujung kerusakan pada mentalnya. |
|
MENURUT
SAYA |
Film
ini sangat bagus untuk diketahui bahwa Kesehatan mental tidak dapat diabaikan
atau diremehkan begitu saja. Terutama dengan alasan apapun jangan membiarkan
seseorang merasa sendiri atau mengacuhkan perasaan yang dialami seseorang.
Yang disuguhkan dalam film ini terdapat alasan kenapa seseorang bisa terkena
penyakit mental. Seperti Violet mengalami Depresi dan keinginan bunuh diri
bisa disebut dengan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat
kecelakaan mobil yang ia alami bersama kakaknya dan harus kehilangan kakak
kandungnya. Tak sedikit dari mereka
orang terdekat Violet mengatakan untuk lebih mengikhlaskan hal yang sudah
terjadi tanpa mengetahui perasaan bersalah yang dimiliki Violet sendiri.
Sehingga iapun menjadi orang yang tertutup dan mengurung diri. Sedangkan
Finch yang terabaikan oleh keluarganya dan mendapatkan kekerasan dari ayahnya
pada saat kecil dan juga rasisme yang dialaminya karena berkulit hitam isu
nya dicap sebagai bertemperanmen tinggi membuatnya menjadi seorang yang
tertutup. Tokoh Finch seperti yang dilihat pada film terlihar selalu
tersenyum pun dapat menyembunyikan luka jiwa yang dalam. Pentingnya
bagi seseorang yang sadar akan tanda seseorang mengalami Kesehatan mental
sebagai pendukung. Sebagaimana bisa dilakukan seperti memberi perhatian, atau
dengan memberi kata-kata motivasi dan lainnya yang mampu memberi energi
positif bagi orang tersebut. |








0 komentar:
Posting Komentar