Minggu, 14 Mei 2023

MEREVIEW JURNAL PSIKOLOGI SOSIAL

 BELAJAR MEMAHAMI JURNAL PENELITIAN SEBAGAI REFERENSI PENULISAN SKRIPSI

Juliani Mariati Larosa

NIM: 22310410072

Prodi: Psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Topik

Digital Literacy, organisasi kepanduan, Participatory Rapid Apparaisal.

Sumber

Azhar, Y., Faiqurahman, M., Suharso, W. (2021). Digital Literacy Untuk Kader Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu. Jurnal Perempuan dan Anak (JPA). 4(2), Agustus 2021, 120-130.

Permasalahan

Sebagian besar keanggotaan organisasi otonom (Ortom) Hiszbul Wathan Kwarda Kota Batu merupakan anak usia remaja dan pemuda yang nantinya pada 10 tahun mendatang masuk pada usia produktif, sedangkan para remaja tersebut mengunakan kemampuannya terhadap digital dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam keperluan yang tidak semestinya, misalnya untuk game online, cyber bullying, cyber crime, dan pornografi . Hal tersebut mengakibatkan infrastruktur TIK yang ada, tidak termanfaatkan secara optimal, dan tentu saja akan memberikan dampak kepada perkembangan produktivitas remaja pada sepuluh tahun mendatang. Idealnya pemerintah mengadakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat, yang mana Tim Pengabdi bekerjasama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu dengan mengusulkan suatu kegiatan yaitu workshop atau pelatihan yang dapat memberikan wawasan tentang pemanfaatan TIK, sehingga nantinya mampu meningkatkan peran para generasi muda terutama anggota Hizbul Wathan dalam mendukung industri 4.0.

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan pelatihan teori dan praktek Digital Literacy untuk Kader Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu.

Isi

- Organisasi Otonom Hizbul Wathan dibentuk untuk tujuan sebagai tempat pembekalan atau panduan para generasi muda untuk cinta tanah air dengan menerapkan nilai-nilai Islam.

- Organisasi Otonom (Ortom) Hizbul Wathan= suatu organisasi yang berasal dari Indonesia, didirikan pada tahun 1920,   dan   berada   dibawah   organisasi Muhammadiyah. Ortom  Hizbul  Wathan  ini  dibentuk  dengan  tujuan  untuk  mewadahi  para generasi muda pengetahuan tentang kepanduan, dan cinta tanah air, dengan berlandaskan nilai-nilai islam. Dalam perkembangannya, ortom ini mengalami dinamika perubahan organisasi. Hingga pada tahun 90-an  merupakan  periode  kebangkitan  Ortom Hizbul Wathan, sehingga  secara  meluas organisasi  ini  mulai  tumbuh  dan  berkembang  di  tingkat  Cabang  dan  Ranting,  termasuk  Hisbul Wathan Kwartir Daerah (Kwarda) Kota Batu.

- Permasalahan terbesar yang ada dalam organisasi otonom Hizbul Wathan khususnya kota batu yakni sebagian besar keanggotaannya merupakan remaja yang sepuluh tahun mendatang akan ada dalam usia-usia produktif dan harapan bangsa, anak-anak tersebut perlu diasah kemampuannya karena kedepannya akan menghadapi tantangan di era reformasi industri serta akan berdampak pada berbagai bidang serta berpengaruh terhadap masyarakat selain itu juga bisa berdampak negatif apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan semestinya.

 - Untuk itulah,  pemberian  wawasan  dan  pengetahuan dasar yang  baik tentang TIK  dalam  menuju  Revolusi  Industri  4.0  akan  sangat  membantu  bagi  setiap  individu    untuk meningkatkan  daya  saing  global,  tak  terkecuali  bagi  anak  usia  remaja  hingga  mencapai  usia produktif mereka. Pemberian wawasan dan pengetahuan dasar TIK yang baik bagi anak usia remaja, atau usia sekolah juga dapat menghindarkan anak usia remaja tersebut melakukan penyalah gunaan TIK  untuk  kegiatan  yang  tidak  berguna,  terutama  yang  dapat  merusak  moral  dan  karakter  anak tersebut.

- Untuk menghindari dampak negatif tersebut diadakanlah suatu mekanisme yaitu kegiatan digital literacy (literasi digital) yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Salah satunya adalah gerakan  pramuka, merupakan  wadah bagi para remaja,  yang  merupakan  generasi  penerus  bangsa, untuk berhimpun dan berorganisasi dalam menyelenggarakan pendidikan kepanduan.

Metode

- Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif karena menjelaskan suatu fenomena dengan mendalam dan dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara observasi, analisis visual, melakukan pelatihan atau studi pustaka.

- Pengumpulan data melalui observasi dilakukan dengan cara memberikan pelatihan atau kegiatan pelatihan yang bersifat partisipatif dan bottom-up aprroach agar bisa lebih dekat dan memahami kemampuan peserta.

- Target atau  sasaran  dari  kegiatan  workshop  untuk  peningkatan  literasi  digital  ini  adalah kader Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu. Peserta pelatihan merupakan siswa  SMP  Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah yang  ada  di  Kota Batu, yang 15  tahun kedepan  akan memasuki  usia-usia  produktif.  Total  peserta  yang  mengikuti  kegiatan  workshop  ini sebanyak 38 orang, yang terdiri dari 12 orang siswa SMA dan 16 orang siswa SMP.

- Data dan hasil dari pelatihan didapat dari evaluasi yang dilakukan setelah mendapatkan teori dan praktek digital,  dengan begitu Tim bisa menilai dan mengukur kemampuan peserta pelatihan.

- Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk memperoleh hasil dan data penelitian ini yaitu dengan (a) pelatihan teori dan praktek, hal ini untuk memberikan wawasan kepada para peserta dan juga kemampuan atau skill untuk mempraktekkan teorinya. (b) penugasan,  dilakukan dengan cara memberikan latihan atau tugas kepada para peserta untuk melihat pemahaman mereka apakah sesuai dengan terhadap teori yang disampaikan atau tidak, serta mengevaluasi partisipasi peserta atas kehadirannya selama pelatihan. (c) Evaluasi, dilakukan untuk melihat hasil dari pelatihan yang dilakukan, dengan melihat dan menilai kelengkapan materi, kejelasan modul, performa instruktur, durasi pelatihan, materi tepat guna.

Hasil

- Hizbul Wathan adalah organisasi otonom yang berasal dari Indonesia, awalnya sebagai besar keanggotaan organisasi tersebut anak remaja yang akan menginjak pada tahap pertumbuhan produktif, pada tahap tersebut memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatan TIK yang ada untuk keperluan yang tidak semestinya. Namun melalui pelatihan mengenai literasi digital membentuk generasi muda berperan aktif dalam perkembangan industri 4.0 dengan memberikan  wawasan  dan  pengetahuan yang mendalam tentang digital literacy kepada Gerakan Kepanduan Hisbul Wathan, khususnya untuk Kwartir Daerah Kota Batu. mereka mampu menerapkan teori aplikasi atau tools yang dipaparkan, serta menunjukkan hasil yang baik atas kelengkapan materi, kejelasan modul, performa instruktur, durasi pelatihan, serta materi yang disampaikan digunakan secara tepat oleh peserta.

- Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memberikan pelatihan kepada kader yang dilakukan dengan menyampaikan teori yang berkaitan dengan konsep literasi digital serta pengenalan TIK dan pemanfaatannya secara sehat.  Selain itu peserta pelatihan juga diberi kesempatan untuk praktik langsung tentang teori yang dijabarkan dengan mengunakan aplikasi atau tools dalam laboratorium serta dipandu oleh Tim universitas Muhammadiyah Malang hak ini dilakukan agar selain memahami teori, peserta juga diharapkan mendapatkan skill dengan cara mempraktekkan teorinya.

- Kwartir Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bekerjasama dengan Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada para Kader Kwartir Kota Batu, pelatihan ini membuktikan bahwa para peserta pelatihan memilki minat belajar yang sangat besar dan perlu dorongan untuk menunjang kemampuan belajarnya.

 

Diskusi

- Keberhasilan pelatihan Hizbul Wathan dalam literasi digital menunjukkan bahwa minat belajar remaja tentang pemanfaatan TIK masih berlaku di Kota Batu. Melalui pengenalan Digital Literacy,  memberikan dampak positif bagi para remaja di usia produktif, dimana mereka mendapatkan wawasan serta pengetahuan untuk mengelola TIK secara baik dan semestinya.

- Adanya Digital Literacy dan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi,  menimbulkan dampak negatif, bisa mempengaruhi perilaku karena adanya sosial media, selain itu juga menyebutkan kecanduan internet, game online, dan penyebaran berita hoax.

- Adanya Digital Literacy dan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi,  menimbulkan dampak negatif, bisa mempengaruhi perilaku karena adanya sosial media, selain itu juga menyebutkan kecanduan internet, game online, dan penyebaran berita hoax.

-Masyarakat harus lebih bijak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan mempelajari literasi digital serta dampak-dampaknya sehingga bisa memberikan pengaruh positif bagi publik.


0 komentar:

Posting Komentar