BELAJAR MEMAHAMI JURNAL PENELITIAN SEBAGAI REFERENSI PENULISAN SKRIPSI
Juliani Mariati Larosa
NIM: 22310410072
Prodi: Psikologi
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Topik |
Digital
Literacy, organisasi kepanduan, Participatory Rapid Apparaisal. |
|
Sumber |
Azhar,
Y., Faiqurahman, M., Suharso, W. (2021). Digital Literacy Untuk Kader Gerakan
Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu. Jurnal Perempuan dan Anak (JPA).
4(2), Agustus 2021, 120-130. |
|
Permasalahan |
Sebagian
besar keanggotaan organisasi otonom (Ortom) Hiszbul Wathan Kwarda Kota Batu
merupakan anak usia remaja dan pemuda yang nantinya pada 10 tahun mendatang
masuk pada usia produktif, sedangkan para remaja tersebut mengunakan
kemampuannya terhadap digital dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) dalam keperluan yang tidak semestinya, misalnya untuk game
online, cyber bullying, cyber crime, dan pornografi . Hal tersebut
mengakibatkan infrastruktur TIK yang ada, tidak termanfaatkan secara optimal,
dan tentu saja akan memberikan dampak kepada perkembangan produktivitas
remaja pada sepuluh tahun mendatang. Idealnya pemerintah mengadakan Program
Pengabdian Kepada Masyarakat, yang mana Tim Pengabdi bekerjasama dengan
Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu dengan
mengusulkan suatu kegiatan yaitu workshop atau pelatihan yang dapat
memberikan wawasan tentang pemanfaatan TIK, sehingga nantinya mampu
meningkatkan peran para generasi muda terutama anggota Hizbul Wathan dalam
mendukung industri 4.0. |
|
Tujuan
Penelitian |
Untuk
mendeskripsikan pelatihan teori dan praktek Digital Literacy untuk Kader
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kota Batu. |
|
Isi |
- Organisasi
Otonom Hizbul Wathan dibentuk untuk tujuan sebagai tempat pembekalan atau
panduan para generasi muda untuk cinta tanah air dengan menerapkan
nilai-nilai Islam. - Organisasi Otonom (Ortom) Hizbul Wathan= suatu organisasi yang berasal dari Indonesia, didirikan pada tahun 1920, dan berada dibawah organisasi Muhammadiyah. Ortom Hizbul Wathan ini dibentuk dengan tujuan untuk mewadahi para generasi muda pengetahuan tentang kepanduan, dan cinta tanah air, dengan berlandaskan nilai-nilai islam. Dalam perkembangannya, ortom ini mengalami dinamika perubahan organisasi. Hingga pada tahun 90-an merupakan periode kebangkitan Ortom Hizbul Wathan, sehingga secara meluas organisasi ini mulai tumbuh dan berkembang di tingkat Cabang dan Ranting, termasuk Hisbul Wathan Kwartir Daerah (Kwarda) Kota Batu. - Permasalahan
terbesar yang ada dalam organisasi otonom Hizbul Wathan khususnya kota batu
yakni sebagian besar keanggotaannya merupakan remaja yang sepuluh tahun
mendatang akan ada dalam usia-usia produktif dan harapan bangsa, anak-anak
tersebut perlu diasah kemampuannya karena kedepannya akan menghadapi
tantangan di era reformasi industri serta akan berdampak pada berbagai bidang
serta berpengaruh terhadap masyarakat selain itu juga bisa berdampak negatif
apabila tidak dimanfaatkan dengan baik dan semestinya. - Untuk
menghindari dampak negatif tersebut diadakanlah suatu mekanisme yaitu
kegiatan digital literacy (literasi digital) yang bertujuan untuk memberikan
wawasan dan pengetahuan tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Salah satunya adalah gerakan pramuka,
merupakan wadah bagi para remaja, yang
merupakan generasi penerus
bangsa, untuk berhimpun dan berorganisasi dalam menyelenggarakan
pendidikan kepanduan. |
|
Metode |
- Metode
penelitian yang digunakan adalah kualitatif karena menjelaskan suatu fenomena
dengan mendalam dan dilakukan dengan mengumpulkan data dengan cara observasi,
analisis visual, melakukan pelatihan atau studi pustaka. - Pengumpulan
data melalui observasi dilakukan dengan cara memberikan pelatihan atau
kegiatan pelatihan yang bersifat partisipatif dan bottom-up aprroach agar
bisa lebih dekat dan memahami kemampuan peserta. - Target
atau sasaran dari
kegiatan workshop untuk
peningkatan literasi digital
ini adalah kader Gerakan Kepanduan
Hizbul Wathan Kota Batu. Peserta pelatihan merupakan siswa SMP
Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah yang ada
di Kota Batu, yang 15 tahun kedepan akan memasuki usia-usia
produktif. Total peserta
yang mengikuti kegiatan
workshop ini sebanyak 38 orang,
yang terdiri dari 12 orang siswa SMA dan 16 orang siswa SMP. - Data
dan hasil dari pelatihan didapat dari evaluasi yang dilakukan setelah
mendapatkan teori dan praktek digital,
dengan begitu Tim bisa menilai dan mengukur kemampuan peserta
pelatihan. - Tahapan-tahapan
yang dilakukan untuk memperoleh hasil dan data penelitian ini yaitu dengan
(a) pelatihan teori dan praktek, hal ini untuk memberikan wawasan kepada para
peserta dan juga kemampuan atau skill untuk mempraktekkan teorinya. (b)
penugasan, dilakukan dengan cara
memberikan latihan atau tugas kepada para peserta untuk melihat pemahaman
mereka apakah sesuai dengan terhadap teori yang disampaikan atau tidak, serta
mengevaluasi partisipasi peserta atas kehadirannya selama pelatihan. (c)
Evaluasi, dilakukan untuk melihat hasil dari pelatihan yang dilakukan, dengan
melihat dan menilai kelengkapan materi, kejelasan modul, performa instruktur,
durasi pelatihan, materi tepat guna. |
|
Hasil |
- Hizbul Wathan adalah organisasi otonom yang berasal dari Indonesia, awalnya sebagai besar keanggotaan organisasi tersebut anak remaja yang akan menginjak pada tahap pertumbuhan produktif, pada tahap tersebut memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatan TIK yang ada untuk keperluan yang tidak semestinya. Namun melalui pelatihan mengenai literasi digital membentuk generasi muda berperan aktif dalam perkembangan industri 4.0 dengan memberikan wawasan dan pengetahuan yang mendalam tentang digital literacy kepada Gerakan Kepanduan Hisbul Wathan, khususnya untuk Kwartir Daerah Kota Batu. mereka mampu menerapkan teori aplikasi atau tools yang dipaparkan, serta menunjukkan hasil yang baik atas kelengkapan materi, kejelasan modul, performa instruktur, durasi pelatihan, serta materi yang disampaikan digunakan secara tepat oleh peserta. - Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan memberikan pelatihan kepada kader yang dilakukan dengan menyampaikan teori yang berkaitan dengan konsep literasi digital serta pengenalan TIK dan pemanfaatannya secara sehat. Selain itu peserta pelatihan juga diberi kesempatan untuk praktik langsung tentang teori yang dijabarkan dengan mengunakan aplikasi atau tools dalam laboratorium serta dipandu oleh Tim universitas Muhammadiyah Malang hak ini dilakukan agar selain memahami teori, peserta juga diharapkan mendapatkan skill dengan cara mempraktekkan teorinya. - Kwartir
Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan bekerjasama dengan Tim Program Pengabdian
Kepada Masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada para Kader Kwartir Kota
Batu, pelatihan ini membuktikan bahwa para peserta pelatihan memilki minat
belajar yang sangat besar dan perlu dorongan untuk menunjang
kemampuan belajarnya. |
|
Diskusi |
- Keberhasilan pelatihan Hizbul Wathan dalam literasi digital menunjukkan bahwa minat belajar remaja tentang pemanfaatan TIK masih berlaku di Kota Batu. Melalui pengenalan Digital Literacy, memberikan dampak positif bagi para remaja di usia produktif, dimana mereka mendapatkan wawasan serta pengetahuan untuk mengelola TIK secara baik dan semestinya. - Adanya Digital Literacy dan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, menimbulkan dampak negatif, bisa mempengaruhi perilaku karena adanya sosial media, selain itu juga menyebutkan kecanduan internet, game online, dan penyebaran berita hoax. - Adanya Digital Literacy dan semakin majunya teknologi informasi dan komunikasi, menimbulkan dampak negatif, bisa mempengaruhi perilaku karena adanya sosial media, selain itu juga menyebutkan kecanduan internet, game online, dan penyebaran berita hoax. -Masyarakat
harus lebih bijak dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan
mempelajari literasi digital serta dampak-dampaknya sehingga bisa memberikan
pengaruh positif bagi publik. |







0 komentar:
Posting Komentar