Nama : Evan Prima Pohan
NIM
: 23310420033
Prodi
: Psikologi
Kelas
: Reguler A1
Mata
Kuliah : Psikologi
Lingkungan
Dosen
Pengampu : Dr. Arundati Shinta, M.A.
Essay
Pengganti Tugas pertemuan ke-2 Psikologi Lingkungan
Dengan
berkembangnya teknologi, kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya sebagai
makhluk hidup menjadi sangatlah mudah. Misalnya saja, jika seseorang ingin
membeli baju baru, dia tidak perlu lagi pergi keluar, hanya dengan sebuah smartphone,
dia hanya perlu duduk manis dan membuka aplikasi untuk memesan baju
pilihannya secara daring. Dengan berkebangnya teknologi, proses produksi barang
dan jasa juga menjadi sangatlah cepat dan murah. Aktivitas belajar dan mengajar
yang dahulu hanya bisa dilakukan dengan tatap muka, dewasa ini hanya memerlukan
earphone dan smartphone untuk bisa ditunaikan.
Namun
dibalik seluruh dampak positif dari berkembangnya teknologi, akan selalu muncul
pula dampak negatif, misalnya saja pencemaran udara yang diakibatkan oleh
proses produksi dari alat pemenuhan kebutuhan manusia. Pencemaran udara yang
terjadi akibat dari perkembangan teknologi yang terlalu cepat ini sangatlah
berdampak secara negatif bagi seluruh organisme yang ada di lingkungan
tersebut.
Menurut
Polar (1994), pencemaran atau polusi adalah suatu kondisi yang telah berubah
dari bentuk asal menjadi keadaan yang lebih buruk. Pergesaran bentuk tatanan
dari kondisi asal pada kondisi yang buruk ini dapat terjadi sebagai akibat dari
bahanbahan pencemar atau polutan. Bahan polutan tersebut pada umumnya mempunyai
sifat racun (toksik) yang berbahaya bagi organisme hidup. Toksisitas atau daya
racun dari polutan itulah yang kemudian menjadi pemicu terjadinya pencemaran.
Dari
penjelasan diatas, maka pencemaran atau polusi udara dapat diartikan sebagai
kondisi, dimana kandungan zat-zat yang bersifat racun di dalam udara menjadi
sangat tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor dari
alam itu sendiri, maupun akibat dari aktivitas makhluk hidup di lingkungannya.
Dewasa
ini, pencemaran udara lebih diakibatkan oleh aktivitas makhluk hidup, ketimbang
pengaruh dari aktivitas alam itu sendiri. Penelitian menemukan, bahwa aktivitas
manusia menjadi salah satu penyebab utama terjadinya pencemaran udara. Proses
pemenuhan kebutuhan manusia yang dilakukan menggunakan alat-alat hasil dari
perkembangan teknologi menyumbang sangat banyak dalam fenomena pencemaran udara
secara global.
Pencemaran
udara yang terjadi, secara langsung akan memberikan dampak negatif bagi makhluk
hidup terdampak, baik secara rohani maupun jasmani. Menurut APA (American
Psychiatric Association), sejumlah penelitian telah mengaitkan polusi udara
dengan tingkat stres yang lebih tinggi, tekanan psikologis, peningkatan resiko
depresi hingga demensia. Kondisi ini akan mengakibatkan turunnya tingkat
Kesehatan mental bagi individu yang terdampak, yang kemudian akan mempengaruhi
berbagai aspek kehidupan individu tersebut.
Kesehatan
jasmani dari setiap organisme yang terdampak pencemaran udara juga akan sangat
dipengaruhi oleh tingkat pencemaran udara yang terjadi. Semakin tinggi tingkat
pencemaran udara, maka tingkat kesehatan seluruh makhluk hidup di daerah
tersebut juga akan semakin menurun. Penyakit yang sering timbul akibat
pencemaran udara, biasanya berhubungan dengan penyakit yang menyerang sistem
pernafasan makhluk hidup, semisal Athsma, TBC, sampai ISPA.
SUMBER
Indonesia, C.
(2023, September 1). Polusi Udara Bisa Buruk buat Kesehatan Mental, Apa Saja
Dampaknya?. gaya hidup. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230901080519-255-993280/polusi-udara-bisa-buruk-buat-kesehatan-mental-apa-saja-dampaknya#:~:text=Mengutip%20laman%20American%20Psychiatric%20Association,peningkatan%20risiko%20depresi%20hingga%20demensia.
Halodoc, R.
(2023, June 15). 6 Dampak Polusi Udara pada Kesehatan yang Sering Diabaikan.
halodoc.
https://www.halodoc.com/artikel/6-dampak-polusi-udara-pada-kesehatan-yang-sering-diabaikan







0 komentar:
Posting Komentar