Selasa, 19 September 2023

Essay 1. Psi Lingkungan_Meringkas Jurnal_Prabawati Tresnaning Jati_21310410175_SP


Meringkas Jurnal



Pengelolaan Sampah Dari Lingkup Terkecil dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan

 

Prabawati Tresnaning Jati

21310410175

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Judul

Pengelolaan Sampah Dari Lingkup Terkecil dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan

Penulis

Ni Luh Putu Juniartini

Topik

Pengelolaan Sampah tingkat Rumah Tangga

Sumber

Juniartini, N. L. P. (2020). Pengelolaan sampah dari lingkup terkecil dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk tindakan peduli lingkungan. Jurnal Bali Membangun Bali, 1(1), 27-40.

https://www.neliti.com/publications/333777/pengelolaan-sampah-dari-lingkup-terkecil-dan-pemberdayaan-masyarakat-sebagai-ben

Permasalahan

Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina memunculkan ungkapan darurat sampah plastik di Indonesia. Masalah global ini harus segera dilakukan tindakan nyata dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga sebagai salah satu yang memproduksi sampah. Pemahaman tentang sampah dari jenis, sumber, dan bentuknya sangat perlu untuk disosialisasikan.

Tujuan penelitian

Tujuan penelitian untuk mencari solusi terkait pengelolaan sampah dari lingkup terkecil dan pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk tindakan peduli lingkungan.

Isi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pengelolaan harus didukung dari aksi nyata semua pihak, sebagai contohnya didirikannya bank sampah pada tingkat desa yang dikelola secara mandiri oleh desa setempat dengan memberdayakan kreatifitas ibu-ibu PKK. Contoh pada kegiatan ini misal dalam pemilahan sampah dari rumah dan pada tempat pengelolaan lanjutan untuk didaur ulang pada bank sampah. Proses ini selain dapat membuat lingkungan bersih, dapat pula memberikan penghasilan tambahan pada ibu-ibu PKK. Selain itu, PKK desa sebagai ujung tombak rumah tangga agar ditingkatkan produtifitasnya, misalnya dalam pengkaderan yang baik, memberikan pembekalan, atau pelatihan tentang sampah dan pengolahannya, serta membangun kreativitas dalam mengelolaan sampah untuk nilai ekonomi. Adanya peningkatan produktivitas dan kualitas dari organisasi PKK desa, selanjutnya dapat diberdayakan kembali sebagai tim penyuluh lapangan tentang sampah. Penugasan ini dapat dipilih berdasarkan yang berprestasi dalam organisasi dan diperlukan pula apresiasi dari pemerintah atas hal ini. Sasaran dari penyuluhan tersebut diantaranya meng-edukasi anak-anak, kepemudaan, lansia dan komponen lainnya agar ikut bersama, bersinergi, dan berkolaborasi dalam pemanfaatan serta pengelolaan sampah disamping untuk kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Metode

Penelitian ini memggunakan metode kualitatif, karena penelitian ini bisa mendiskripsikan cara-cara mengolah dan mengelola sampah.

 

Hasil

Diperlukan adanya kerjasama atau kemitraan yang bersifat saling menguntungkan, baik pemerintah, akademisi, praktisi, dan swasta. Kerjasama ini terkait dengan bantuan pengalaman, pengetahuan, dan pendanaan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya dan infrastruktur terkait. Contohnya, pengolahan sampah pada sampah anorganik yang membutuhkan proses lanjutan yaitu kebutuhan alat olah sampah menuju hasil jadi produk-produk daur ulang.

Pada tahap yang lebih tinggi, pengolahan sampah mulai lebih kompleks dan tidak dalam kategori sederhana lagi, karena membutuhkan infrastruktur teknologi terkini seperti mesin-mesin pemilah partikel material yang dapat dimanfaatkan pada berbagai jenis sampah.

Dengan melakukan tindakan nyata sedari awal proses, maka secara otomatis akan dapat mempercepat pula pada proses-proses berikutnya pada tindakan daur ulang. Lingkaran proses ini akan terus berotasi sehingga dapat menekan dan mengendalikan sampah menjadi objek yang berdaya guna dan memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, kita bersama harus memperkuat komponen ujung tombak yang telah disebutkan diawal sebelumnya, dengan demikian meng-edukasi masyarakat akan kesadaran untuk mengelola sampah dari diri sendiri dan rumah tangga sangatlah penting.

Kesimpulan

1)  Masyarakat  dapat  menyadari  pentingnya  kepedulian  akan  lingkungan  sekitar dengan cara memahami pentingnya pengolahan sampah secara tepat guna untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

2)  Masyarakat dapat pula memahami prinsip 5R dan peranan bank sampah, sehingga masyarakat mampu memanfaatkan sampah sebagai penghasilan tambahan.

3)  Membentuk kelompok-kelompok kerja dengan memberdayakan masyarakat dan organisasi terkait sebagai langkah awal pengelolaan sampah sebagai tanggung jawawb bersama.

4)  Sampah yang diproduksi oleh masing-masing rumah dikelola dengan cara dipilah dan ditempatkan terpisah sesuai dengan jenis sampah organik dan anorganik, hal tersebut  dapat  mempermudah  tugas  pengepul  atau  petugas  sampah  untuk diproses lebih lanjut.

 

0 komentar:

Posting Komentar