Meringkas
Jurnal
Pengelolaan Sampah Dari Lingkup Terkecil dan
Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan
Prabawati Tresnaning Jati
21310410175
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Judul |
Pengelolaan
Sampah Dari Lingkup Terkecil dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan
Peduli Lingkungan |
|
Penulis |
Ni Luh Putu
Juniartini |
|
Topik |
Pengelolaan Sampah tingkat Rumah Tangga |
|
Sumber |
Juniartini, N.
L. P. (2020). Pengelolaan sampah dari lingkup terkecil dan pemberdayaan
masyarakat sebagai bentuk tindakan peduli lingkungan. Jurnal Bali Membangun
Bali, 1(1), 27-40. https://www.neliti.com/publications/333777/pengelolaan-sampah-dari-lingkup-terkecil-dan-pemberdayaan-masyarakat-sebagai-ben |
|
Permasalahan |
Indonesia
sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina memunculkan ungkapan
darurat sampah plastik di Indonesia. Masalah global ini harus segera dilakukan
tindakan nyata dari lingkup terkecil yaitu rumah tangga sebagai salah satu yang memproduksi
sampah. Pemahaman tentang sampah dari jenis, sumber, dan bentuknya sangat perlu
untuk disosialisasikan. |
|
Tujuan penelitian |
Tujuan penelitian untuk mencari solusi terkait
pengelolaan sampah dari lingkup terkecil dan pemberdayaan masyarakat sebagai
bentuk tindakan peduli lingkungan. |
|
Isi |
Seperti yang
telah disebutkan sebelumnya, pengelolaan harus didukung dari aksi nyata semua pihak,
sebagai contohnya didirikannya bank sampah pada tingkat desa yang dikelola
secara mandiri oleh desa setempat dengan memberdayakan kreatifitas ibu-ibu
PKK. Contoh pada kegiatan ini misal dalam pemilahan sampah dari rumah dan
pada tempat pengelolaan lanjutan untuk didaur ulang pada bank sampah. Proses
ini selain dapat membuat lingkungan bersih, dapat pula memberikan penghasilan
tambahan pada ibu-ibu PKK. Selain itu, PKK desa sebagai ujung tombak rumah
tangga agar ditingkatkan produtifitasnya, misalnya dalam pengkaderan yang
baik, memberikan pembekalan, atau pelatihan tentang sampah dan pengolahannya,
serta membangun kreativitas dalam mengelolaan sampah untuk nilai ekonomi.
Adanya peningkatan produktivitas dan kualitas dari organisasi PKK desa,
selanjutnya dapat diberdayakan kembali sebagai tim penyuluh lapangan tentang
sampah. Penugasan ini dapat dipilih berdasarkan yang berprestasi dalam
organisasi dan diperlukan pula apresiasi dari pemerintah atas hal ini.
Sasaran dari penyuluhan tersebut diantaranya meng-edukasi anak-anak,
kepemudaan, lansia dan komponen lainnya agar ikut bersama, bersinergi, dan
berkolaborasi dalam pemanfaatan serta pengelolaan sampah disamping untuk
kesehatan dan kebersihan lingkungan. |
|
Metode |
Penelitian ini memggunakan metode kualitatif, karena
penelitian ini bisa mendiskripsikan cara-cara mengolah dan mengelola sampah. |
|
Hasil |
Diperlukan adanya kerjasama atau kemitraan yang
bersifat saling menguntungkan, baik pemerintah, akademisi, praktisi, dan
swasta. Kerjasama ini terkait dengan bantuan pengalaman, pengetahuan, dan
pendanaan untuk meningkatkan ketersediaan sumber daya dan infrastruktur
terkait. Contohnya, pengolahan sampah pada sampah anorganik yang membutuhkan
proses lanjutan yaitu kebutuhan alat olah sampah menuju hasil jadi
produk-produk daur ulang. Pada tahap yang lebih tinggi, pengolahan sampah
mulai lebih kompleks dan tidak dalam kategori sederhana lagi, karena
membutuhkan infrastruktur teknologi terkini seperti mesin-mesin pemilah
partikel material yang dapat dimanfaatkan pada berbagai jenis sampah. Dengan melakukan tindakan nyata sedari awal proses,
maka secara otomatis akan dapat mempercepat pula pada proses-proses
berikutnya pada tindakan daur ulang. Lingkaran proses ini akan terus berotasi
sehingga dapat menekan dan mengendalikan sampah menjadi objek yang berdaya
guna dan memiliki nilai ekonomi. Oleh karena itu, kita bersama harus
memperkuat komponen ujung tombak yang telah disebutkan diawal sebelumnya,
dengan demikian meng-edukasi masyarakat akan kesadaran untuk mengelola sampah
dari diri sendiri dan rumah tangga sangatlah penting. |
|
Kesimpulan |
1)
Masyarakat dapat menyadari
pentingnya kepedulian akan
lingkungan sekitar dengan cara
memahami pentingnya pengolahan sampah secara tepat guna untuk menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat. 2)
Masyarakat dapat pula memahami prinsip 5R dan peranan bank sampah,
sehingga masyarakat mampu memanfaatkan sampah sebagai penghasilan tambahan. 3)
Membentuk kelompok-kelompok kerja dengan memberdayakan masyarakat dan
organisasi terkait sebagai langkah awal pengelolaan sampah sebagai tanggung
jawawb bersama. 4)
Sampah yang diproduksi oleh masing-masing rumah dikelola dengan cara
dipilah dan ditempatkan terpisah sesuai dengan jenis sampah organik dan
anorganik, hal tersebut dapat mempermudah
tugas pengepul atau
petugas sampah untuk diproses lebih lanjut. |







0 komentar:
Posting Komentar