Selasa, 19 September 2023

Essay 1. Psi Lingkungan_Meringkas Jurnal_Deni Mulyanto_21310410185_SP

 

KAJIAN PERMASALAHAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN DAMPAK LINGKUNGAN DI TPA ( TEMPAT PEMROSESAN AKHIR )

 

Essai 1 – Meringkas Jurnal Sampah

Psikologi Lingkungan

 

Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA

 

Deni Mulyanto – 21310410185

 

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

 

 

Topik

Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah, Kajian Pustaka

Sumber

Mahyudin, Risqi Puteri. 2017. Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah dan Dampak Lingkungan Di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Jukung Jurnal Teknik Lingkungan. 3 (1): 66-74.

Permasalahan

Sampah yang tidak mengalami proses pengolahan dan pengelolaan TPA dengan system yang tidak tepat (masih berfokus pada lahan urug), sedangkan TPA sebagai tempat rantai pengelolaan sampah menerima beban sampah yang sangat besar sehingga menimbulkan banyak dampak negatif. Air lindi yang dihasilkan oleh TPA sulit dikendalikan agar tidak mencemari lingkungan.

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi pada rantai panjang pengelolaan sampah.

Isi

·       Chaerul et al. (2007) menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di Indonesia, diantaranya kurangnya dasar hukum yang tegas, tempat pembuangan sampah yang tidak memadai, kurangnya usaha dalam melakukan pengomposan, dan kurangnya pengelolaan TPA dengan system yang tepat. Menurut Amurwaraharja ( 2003:137), dalam rangka menentukan alternatif teknologi pengolahan sampah ada empat aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek sosial, ekonomi, lingkunagn dan teknis.

·       Salah satu contoh kota besar di Indonesia yang banyak mengalami hambatan dalam mengelola sampahnya adalah kota Jakarta. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menemukan solusi permasalahannya, Trisyanti (2004:49) dalam penelitiannya mengatakan bahwa permasalahan utama dalam pengolahan sampah kota Jakarta adalah sampah yang tidak mengalami proses pengolahan, sehingga menimbulkan beban lingkungan. Aprilia et al. merekomendasikan sistem pengomposan secara komunal sebagai solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan sampah di kota Jakarta.

·       Pola pengelolaan sampah di Indonesia diantaranya dengan pembentukan bank sampah, peningkatan daur ulang, pembuatan kompos dari sampah organic, merupakan bentukpenerapan manajemen ekosentris, dimana bentuk tersebut tidak hanya memusatkan perhatian pada dampak pencemaran pada manusia, tetapi juga pada kehidupan secara keseluruhan (Keraf, 2010:116). Beberapa peneliti di Indonesia telah membuktikan tingginya dampak positif yang dihasilkan dari pengelolaan sampah yang di fokuskan pada pengolahan dan pengurangan pencemaran serta melibatkan Masyarakat atau berbasis komunitas. Contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas adalah seperti bank sampah, pengomposan komunal, dan daur ulang sampah plastic merupakan aplikasi pelaksanaan penyenggaraan pengolahan sampah.

·       Undang - undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah mencantumkan bahwa kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumbr daya, tujuan tersebut sudah sesuai dengan pernyataan Hettiarachi (2007:9) yang menyatakan bahwa pandangan pengelolaan sampah harus berubah dari reaktif menjadi proaktif, yaitu pendekatan holistic yang memperkenalkan bahwa sampah lebih doanggap sebagai sumber daya daripada tanggungjawab. Hadi (2005:54) memaparkan bahwa tradisi reformasi sosial dan analisis kebijakan telah banyak menawarkan pemenuhan kebutuhan material tapi tidak banyak memberikan penekanan pada integrasi ekologi dan keadilan sosial. Menurut Kardono (2007:629), bentuk pengelolaan sampah yang terintegrasi merupakan kombinasi antara teknologi ( pemilihan, pengomposan, daur ulang, insinerasi dan landfilling) yang diaplikasikan dengan mengadaptasi situasi dan kondisi lokal adalah  solusi yang baik.

Metode

Penelitian menggunakan metode kajian Pustaka dimana hasil dari kajian Pustaka tersebut dirangkum menjadi dua permasalahan penting.

Hasil

·       Ariyanto dan Antaryama (2012:G.28) telah merancang TPA Benowo Surabaya yang bertujuan untuk menjadikan TPA Benowo tidak hanya sebagai tempat penampungan dan pengolahan sampah sebagai unsur fungsional, tetapi juga sebagai objek rancang yang menampilkan keindahan rupa bangunan dengan detail utilitas dari unsur fungsionalitas TPA.

·       Penanganan untuk menangani efek cemaran lindi terhadap lingkungan telah banyak dilakukan diantaranya Weng et al. (2010) yang melakukan percobaan dengan tiga tahapan biokimia dengan kombinasi efflux dan aliran aerator campuran untuk mengurangi kandungan polutan pada lindi. Hur et al. (2001) melakukan kombinasi perlakukan pada lindi berupa pembahan PAC dan alumunium sulfat untuk flokulasi lindi sebagai pre-treatmen dan membuat alat berdasarkan prinsip lumpur aktif, absorpsi flokulasi, dan digestik aerobic.

·       Usaha lainnya untuk restorasi TPA yang sudah ditutup adalah dengan penanaman vegetasi yang sesuai, hal tersebut akan membantu mengurangi pencemaran lindi dan gas methana yang dihasilkan TPA. Vegetasi yang berada di sekitar plot irigasi lindi dapat mengurangi emisi metana yang dihasilkan TPA dan menghasilkan pohon dengan ukuran yang lebih besar disebabkan karena lindi yang mengandung nutrisi dan bahan organic yang tinggi ( Maurice et al., 1998 ).

 Diskusi

Masalah awal timbul karena kurangnya kesadaran dalam pengolahan limbah, kebanyakan dari mereka hanya sekedar membuang atau meninggalkannya begitu saja tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga berdampak pada setiap aspek. Timbulnya pencemaran dan masalah lainnya, oleh karena itu pengolahan sampah mungkin bisa dilakukan dengan memperkuat kesadaran dari masyarakan tentang pentingnya pengolahan sampah.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar