KAJIAN PERMASALAHAN PENGELOLAAN
SAMPAH DAN DAMPAK LINGKUNGAN DI TPA ( TEMPAT PEMROSESAN AKHIR )
Essai 1 – Meringkas Jurnal Sampah
Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati
Shinta MA
Deni Mulyanto – 21310410185
Fakultas Psikologi Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Topik |
Kajian Permasalahan Pengelolaan
Sampah, Kajian Pustaka |
|
Sumber |
Mahyudin, Risqi Puteri. 2017.
Kajian Permasalahan Pengelolaan Sampah dan Dampak Lingkungan Di TPA (Tempat
Pemrosesan Akhir). Jukung Jurnal Teknik Lingkungan. 3 (1): 66-74. |
|
Permasalahan |
Sampah yang tidak mengalami
proses pengolahan dan pengelolaan TPA dengan system yang tidak tepat (masih
berfokus pada lahan urug), sedangkan TPA sebagai tempat rantai pengelolaan
sampah menerima beban sampah yang sangat besar sehingga menimbulkan banyak
dampak negatif. Air lindi yang dihasilkan oleh TPA sulit dikendalikan agar
tidak mencemari lingkungan. |
|
Tujuan Penelitian |
Penelitian ini bertujuan untuk
menjelaskan permasalahan yang terjadi pada rantai panjang pengelolaan sampah.
|
|
Isi |
·
Chaerul
et al. (2007) menganalisis permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan
sampah di Indonesia, diantaranya kurangnya dasar hukum yang tegas, tempat
pembuangan sampah yang tidak memadai, kurangnya usaha dalam melakukan
pengomposan, dan kurangnya pengelolaan TPA dengan system yang tepat. Menurut
Amurwaraharja ( 2003:137), dalam rangka menentukan alternatif teknologi
pengolahan sampah ada empat aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek
sosial, ekonomi, lingkunagn dan teknis. ·
Salah
satu contoh kota besar di Indonesia yang banyak mengalami hambatan dalam
mengelola sampahnya adalah kota Jakarta. Beberapa penelitian telah dilakukan
untuk menemukan solusi permasalahannya, Trisyanti (2004:49) dalam
penelitiannya mengatakan bahwa permasalahan utama dalam pengolahan sampah
kota Jakarta adalah sampah yang tidak mengalami proses pengolahan, sehingga
menimbulkan beban lingkungan. Aprilia et al. merekomendasikan sistem
pengomposan secara komunal sebagai solusi terbaik untuk mengatasi
permasalahan sampah di kota Jakarta. ·
Pola
pengelolaan sampah di Indonesia diantaranya dengan pembentukan bank sampah,
peningkatan daur ulang, pembuatan kompos dari sampah organic, merupakan
bentukpenerapan manajemen ekosentris, dimana bentuk tersebut tidak hanya
memusatkan perhatian pada dampak pencemaran pada manusia, tetapi juga pada
kehidupan secara keseluruhan (Keraf, 2010:116). Beberapa peneliti di
Indonesia telah membuktikan tingginya dampak positif yang dihasilkan dari
pengelolaan sampah yang di fokuskan pada pengolahan dan pengurangan pencemaran
serta melibatkan Masyarakat atau berbasis komunitas. Contoh pengelolaan
sampah berbasis komunitas adalah seperti bank sampah, pengomposan komunal,
dan daur ulang sampah plastic merupakan aplikasi pelaksanaan penyenggaraan
pengolahan sampah. ·
Undang
- undang No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah mencantumkan bahwa
kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumbr daya, tujuan
tersebut sudah sesuai dengan pernyataan Hettiarachi (2007:9) yang menyatakan
bahwa pandangan pengelolaan sampah harus berubah dari reaktif menjadi
proaktif, yaitu pendekatan holistic yang memperkenalkan bahwa sampah lebih
doanggap sebagai sumber daya daripada tanggungjawab. Hadi (2005:54)
memaparkan bahwa tradisi reformasi sosial dan analisis kebijakan telah banyak
menawarkan pemenuhan kebutuhan material tapi tidak banyak memberikan
penekanan pada integrasi ekologi dan keadilan sosial. Menurut Kardono
(2007:629), bentuk pengelolaan sampah yang terintegrasi merupakan kombinasi
antara teknologi ( pemilihan, pengomposan, daur ulang, insinerasi dan landfilling)
yang diaplikasikan dengan mengadaptasi situasi dan kondisi lokal adalah solusi yang baik. |
|
Metode |
Penelitian menggunakan metode
kajian Pustaka dimana hasil dari kajian Pustaka tersebut dirangkum menjadi
dua permasalahan penting. |
|
Hasil |
·
Ariyanto
dan Antaryama (2012:G.28) telah merancang TPA Benowo Surabaya yang bertujuan
untuk menjadikan TPA Benowo tidak hanya sebagai tempat penampungan dan
pengolahan sampah sebagai unsur fungsional, tetapi juga sebagai objek rancang
yang menampilkan keindahan rupa bangunan dengan detail utilitas dari unsur
fungsionalitas TPA. ·
Penanganan
untuk menangani efek cemaran lindi terhadap lingkungan telah banyak dilakukan
diantaranya Weng et al. (2010) yang melakukan percobaan dengan tiga
tahapan biokimia dengan kombinasi efflux dan aliran aerator campuran untuk
mengurangi kandungan polutan pada lindi. Hur et al. (2001) melakukan
kombinasi perlakukan pada lindi berupa pembahan PAC dan alumunium sulfat
untuk flokulasi lindi sebagai pre-treatmen dan membuat alat berdasarkan
prinsip lumpur aktif, absorpsi flokulasi, dan digestik aerobic. ·
Usaha
lainnya untuk restorasi TPA yang sudah ditutup adalah dengan penanaman
vegetasi yang sesuai, hal tersebut akan membantu mengurangi pencemaran lindi
dan gas methana yang dihasilkan TPA. Vegetasi yang berada di sekitar plot
irigasi lindi dapat mengurangi emisi metana yang dihasilkan TPA dan
menghasilkan pohon dengan ukuran yang lebih besar disebabkan karena lindi
yang mengandung nutrisi dan bahan organic yang tinggi ( Maurice et al.,
1998 ). |
|
Diskusi |
Masalah awal timbul karena
kurangnya kesadaran dalam pengolahan limbah, kebanyakan dari mereka hanya
sekedar membuang atau meninggalkannya begitu saja tanpa dilakukan pengolahan
terlebih dahulu, sehingga berdampak pada setiap aspek. Timbulnya pencemaran dan
masalah lainnya, oleh karena itu pengolahan sampah mungkin bisa dilakukan
dengan memperkuat kesadaran dari masyarakan tentang pentingnya pengolahan
sampah. |







0 komentar:
Posting Komentar