Selasa, 19 September 2023

PSI.LINGKUNGAN E1 MERINGKAS JURNAL ALIF YUGO WICAKSONO

 

Upaya Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Leuwimunding Majalengka

 

Psikologi Lingkungan Essay 1 Meringkas Jurnal

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA

 




Alif Yugo Wicaksono

21310410184

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

Topik

Modernisasi dan Inovasi, Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Bank Sampah

Sumber

Pratama, Gama., Mualimin., Afwah., Arsy, Faisal., Avive, Dhiaz., Ridwan, Iwan., Nuraeni, Nunung., Komariah, Yayah., Susana, Siti., Myulinda. Upaya Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Leuwimunding Majalengka. (2019). Jurnal Pengabdian Masyarakat: Volume 2 Nomor 1 (2020) Pages 37 – 49.

Permasalahan

Perkembangan bertambahnya volume sampah Kota Majalengka mulai menumpuk bahkan data yang di peroleh dari bulan februari 2019 tercatat lebih dari 572 kg sampah terangkut dari Alun-alun Majalengka. Pada pekan pertama terkumpul 80 kilogram sampah. Pekan kedua 112 kilogram, minggu ketiga sebanyak 180 kg dan pekan keempat lebih dari 200 kg. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, hingga saat ini pengelolaan sampah di Majalengka masih menggunakan konsep lama, yaitu dikumpulkan kemudian diangkut dan berakhir ditempat pembuangan. Cara ini tidak dapat menyelesaikan masalah sampah. Teknik pengolahan sampah yang di kenal dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) belum diterapkan dengan baik di wilayah perdesaan, khususnya di wilayah desa leuwimunding.

 

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui Desa Leuwimunding hampir setiap tahun ada penumpukan sampah ketika terjadi hujan bahkan membuat saluran irigasi mampet dan tersendat aliran airnya. Pada tahun 2018, di wilayah ini terkena banjir cukup parah tepatnya di belakang pasar sampai di perbatasan balai desa dan kecamatan Leuwimunding. Hal ini berdampak negatif bagi para pedagang pasar dan warga sekitar terutama blok senin dan blok jumat, di mana hampir 80% lahan drainase di tutup permanen oleh penduduk sekitar. Selain curah hujan tinggi dan tanggul jebol, salah satu isu lingkungan yang dipercaya menjadi penyebab banjir adalah pola hidup masyarakat yang masih kerap membuang sampah ke sungai. Salah satu bentuk upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi dan mengelola persoalan mengenai sampah adalah telah dirumuskannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS). Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja, masyarakat dan pelaku usaha sebagai penghasil sampah juga harus bertanggung jawab menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Mengacu pada UUPS, untuk mengatasi masalah dibutuhkan program-program pengelolaan sampah agar tidak hanya menjadi timbunan sampah di TPA, tetapi menjadi sesuatu barang yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

 

Kegiatan pengelolaan sampah di Desa Leuwimunding belum dapat terintis dengan baik. Hal tersebut disebabkan kurangnya upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perdesaan untuk menjaga lingkungannya. Kondisi pengelolaan sampah di wilayah perdesaan tersebut telah mendorong munculnya ide untuk penerapan Bank Sampah sebagai salah satu kegiatan dalam pengelolaan sampah masyarakat.

Tujuan

Memperoleh gambaran pengelolaan bank sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Menginventarisir problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah melalui bank sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.

Isi

Sampah menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pemda sebenarnya menyadari masalah ini, tetapi belum menemukan solusi jangka panjang yang tepat. Penelitian perihal upaya modernisasi dan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Leuwimundong ini bertujuan untuk 1.Memperoleh gambaran pengelolaan bank sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 2. Menginventarisir problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. 3. Memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah melalui bank sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena. Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan datanya memakai metode triangulasi. Datanya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Dari hasil penelitian ini, bahwa strategi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga pedesaan yang telah dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program tersebut. Walaupun dalam menjalankan kegiatan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi proses pelaksanaannya, Pengurus mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal.

Metode

Desain yang digunakan dalam kajian ini adalah descriptive research dengan metode survei langsung ke lokasi pengamatan. Pengamatan difokuskan pada peran Bank Sampah di wilayah Desa Leuwimunding terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang lestari. Metode kajian adalah kaji tindak. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok usaha Bank Sampah (6 orang) dan kelompok ibuibu kerajinan (6   orang). Sementara itu, jumlah nasabah Bank Sampah adalah 83 orang yang tergabung dalam 5 unit pengelola Bank Sampah. Teknik pemilihan sampel, yakni dilakukan secara purposive dengan ketentuan sampel sudah mengikuti program Bank Sampah lebih dari 6 bulan. Hal ini bertujuan agar memperoleh informasi yang akurat. Diskusi dilakukan untuk menambah informasi yang diperlukan.

 

Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari pihak lain yang terkait seperti ketua pengelola serta informasi - informasi lainnya, seperti dari buku, jurnal, atau literatur lain yang terkait dengan topik penelitian. Data sekunder meliputi daftar nasabah bank sampah, pengelola Bank Sampah, dan lainnya. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Data primer meliputi karakteristik contoh, jenis sampah yang dikumpulkan di Bank Sampah, jumlah pendapatan dari pengelolaan Bank Sampah, dan evaluasi dari masing-masing kegiatan pengelolaan Bank Sampah.

Hasil

Bank Sampah berperan sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang masa pakainya telah usai sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab pelaku usaha. Penerapan prinsip 3R diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan menyeluruh sehingga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia dilaksanakan dengan baik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS 2014) pembangunan bank sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012 adalah 471 buah. Jumlah Bank Sampah yang sudah berjalan telah memiliki jumlah penabung sebanyak 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran uang sebesar Rp1.648.320.000 /bulan. Penerapan ini menjadi rujukan untuk pengelolaan bank sampah di desa Leuwimunding angka statistik ini meningkat menjadi berjalan sesuai data bulan agustus - September 2019, dengan jumlah penabung sebanyak 32 orang dan jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.011. kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar Rp 956.000/bulan.

 

Program ini tentunya memiliki dampak positif bagi penerima manfaat, warga sasaran, dan aparat desa. Dalam kegiatan ini terdapat kelompok usaha bank sampah dan kelompok ibu-ibu kerajinan rumahan. Nama kelompok usaha tersebut adalah Kelompok Serbaguna Karanganyar. Serbaguna artinya kegiatan usaha ini tidak hanya membeli sampah, mengelola, dan memasarkan tetapi kegiatan ini terbuka bagi masyarakat Karanganyar terutama RW 06 untuk saling mengingatkan dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan, sarana belajar, sarana gotong royong, sarana mengembangkan inovasi dan kreativitas, keterampilan, dan sarana untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

 

Hasil kajian menunjukkan, program-program kegiatan inovasi pengelolaan bank sampah yang difokuskan di wilayah desa leuwimunding sudah baik. Hal ini dilihat dari banyaknya masyarakat desa leuwimunding yang lebih sadar terhadap pengelolaan sampah. Saat ini bank sampah di desa leuwimunding telah mengembangkan 1 unit bank sampah. Target nasabah minimal setiap unit 10 orang. Faktanya, masih terdapat unit bank sampah yang belum memiliki nasabah. Namun, secara umum jumlah nasabah bank sampah dari awal kegiatan hingga bulan agustus dan September 2019 terus meningkat. Hal ini dapat menunjukkan keberhasilan program bank sampah di desa leuwimunding. Dampak dari kegiatan bank sampah dibagi kedalam 3 aspek yakni, aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Indikator keberhasilan dari program ini dilihat dari sebelum program dan sesudah program.

Diskusi

Berdasarkan pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa strategi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga pedesaan yang telah dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program tersebut. Walaupun dalam menjalankan kegiatan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi proses pelaksanaannya, Pengurus mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal. Faktor pendukung yang ada telah menunjang terlaksanakannya kegiatan ini dengan baik dan mempertahankan apa yang telah ada dengan sebaik mungkin. Sedangkan faktor penghambat yang ada saat ini yang dimana telah menjadi kendala berjalannya suatu kegiatan ini mampu diminimalisir oleh pengurus Bank Sampah di desa leuwimunding dengan sebaik mungkin. Dengan memperkecil hambatan dan memperbesar peluang merupakan tujuan dari kegiatan Bank Sampah ini agar kegiatan yang telah berjalan mampu tercapai secara efektif dan efisien. Kemudian secara bertahap dan berkesinambungan program ini mampu mengeluarkan output terbaik yang dapat dicontoh oleh masyarakat luas maupun daerah - daerah lain khususnya dalam hal kegiatan program pengelolaan sampah.

 

 

0 komentar:

Posting Komentar