Upaya
Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa
Leuwimunding Majalengka
Psikologi
Lingkungan Essay 1 Meringkas Jurnal
Dosen Pengampu:
Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Alif Yugo Wicaksono
21310410184
Fakultas Psikologi Universitas
Proklamasi 45
Yogyakarta
|
Topik |
Modernisasi dan Inovasi, Pengelolaan
Sampah Berbasis Masyarakat, Bank Sampah |
|
Sumber |
Pratama, Gama., Mualimin.,
Afwah., Arsy, Faisal., Avive, Dhiaz., Ridwan, Iwan., Nuraeni, Nunung., Komariah,
Yayah., Susana, Siti., Myulinda. Upaya Modernisasi dan Inovasi Pengelolaan
Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Leuwimunding Majalengka. (2019). Jurnal
Pengabdian Masyarakat: Volume 2 Nomor 1 (2020) Pages 37 – 49. |
|
Permasalahan
|
Perkembangan
bertambahnya volume sampah Kota Majalengka mulai menumpuk bahkan data yang di
peroleh dari bulan februari 2019 tercatat lebih dari 572 kg sampah terangkut
dari Alun-alun Majalengka. Pada pekan pertama terkumpul 80 kilogram sampah.
Pekan kedua 112 kilogram, minggu ketiga sebanyak 180 kg dan pekan keempat
lebih dari 200 kg. Ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, hingga saat
ini pengelolaan sampah di Majalengka masih menggunakan konsep lama, yaitu
dikumpulkan kemudian diangkut dan berakhir ditempat pembuangan. Cara ini
tidak dapat menyelesaikan masalah sampah. Teknik pengolahan sampah yang di
kenal dengan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) belum diterapkan dengan baik di
wilayah perdesaan, khususnya di wilayah desa leuwimunding. Berdasarkan hasil
wawancara, diketahui Desa Leuwimunding hampir setiap tahun ada penumpukan
sampah ketika terjadi hujan bahkan membuat saluran irigasi mampet dan
tersendat aliran airnya. Pada tahun 2018, di wilayah ini terkena banjir cukup
parah tepatnya di belakang pasar sampai di perbatasan balai desa dan
kecamatan Leuwimunding. Hal ini berdampak negatif bagi para pedagang pasar
dan warga sekitar terutama blok senin dan blok jumat, di mana hampir 80%
lahan drainase di tutup permanen oleh penduduk sekitar. Selain curah hujan
tinggi dan tanggul jebol, salah satu isu lingkungan yang dipercaya menjadi
penyebab banjir adalah pola hidup masyarakat yang masih kerap membuang sampah
ke sungai. Salah satu bentuk upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam
mengatasi dan mengelola persoalan mengenai sampah adalah telah dirumuskannya
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah (UUPS).
Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja, masyarakat
dan pelaku usaha sebagai penghasil sampah juga harus bertanggung jawab menjaga
lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Mengacu pada UUPS, untuk mengatasi
masalah dibutuhkan program-program pengelolaan sampah agar tidak hanya
menjadi timbunan sampah di TPA, tetapi menjadi sesuatu barang yang memiliki
nilai guna dan nilai jual. Kegiatan pengelolaan
sampah di Desa Leuwimunding belum dapat terintis dengan baik. Hal tersebut
disebabkan kurangnya upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat perdesaan
untuk menjaga lingkungannya. Kondisi pengelolaan sampah di wilayah perdesaan
tersebut telah mendorong munculnya ide untuk penerapan Bank Sampah sebagai
salah satu kegiatan dalam pengelolaan sampah masyarakat. |
|
Tujuan |
Memperoleh gambaran pengelolaan bank
sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat yang ada di Desa
Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Menginventarisir
problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding,
Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Memberikan rekomendasi untuk
menyempurnakan pengelolaan sampah melalui bank sampah berbasis masyarakat
yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. |
|
Isi |
Sampah menjadi masalah
yang belum bisa diatasi sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Pemda sebenarnya
menyadari masalah ini, tetapi belum menemukan solusi jangka panjang yang
tepat. Penelitian perihal upaya modernisasi dan inovasi pengelolaan sampah
berbasis masyarakat di Desa Leuwimundong ini bertujuan untuk 1.Memperoleh
gambaran pengelolaan bank sampah organik dan anorganik berbasis masyarakat
yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
2. Menginventarisir problematika pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat
yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka.
3. Memberikan rekomendasi untuk menyempurnakan pengelolaan sampah melalui
bank sampah berbasis masyarakat yang ada di Desa Leuwimunding, Kecamatan
Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif, yakni penelitian yang bermaksud mendeskripsikan suatu fenomena.
Pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, kuesioner, observasi, dan
dokumentasi. Uji keabsahan datanya memakai metode triangulasi. Datanya
dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Dari hasil penelitian ini, bahwa
strategi inovatif dalam mengelola sampah rumah tangga pedesaan yang telah
dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu program tersebut. Walaupun dalam
menjalankan kegiatan tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat yang
mempengaruhi proses pelaksanaannya, Pengurus mampu menjalankan kegiatannya
secara maksimal. |
|
Metode |
Desain yang digunakan
dalam kajian ini adalah descriptive research dengan metode survei langsung ke
lokasi pengamatan. Pengamatan difokuskan pada peran Bank Sampah di wilayah
Desa Leuwimunding terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan
yang lestari. Metode kajian adalah kaji tindak. Sampel dalam penelitian ini
adalah kelompok usaha Bank Sampah (6 orang) dan kelompok ibuibu kerajinan (6 orang).
Sementara itu, jumlah nasabah Bank Sampah adalah 83 orang yang tergabung
dalam 5 unit pengelola Bank Sampah. Teknik pemilihan sampel, yakni dilakukan
secara purposive dengan ketentuan sampel sudah mengikuti program Bank Sampah
lebih dari 6 bulan. Hal ini bertujuan agar memperoleh informasi yang akurat.
Diskusi dilakukan untuk menambah informasi yang diperlukan. Jenis data yang
dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari
pihak lain yang terkait seperti ketua pengelola serta informasi - informasi
lainnya, seperti dari buku, jurnal, atau literatur lain yang terkait dengan
topik penelitian. Data sekunder meliputi daftar nasabah bank sampah,
pengelola Bank Sampah, dan lainnya. Data primer diperoleh dari hasil
wawancara dengan responden. Data primer meliputi karakteristik contoh, jenis
sampah yang dikumpulkan di Bank Sampah, jumlah pendapatan dari pengelolaan
Bank Sampah, dan evaluasi dari masing-masing kegiatan pengelolaan Bank
Sampah. |
|
Hasil |
Bank Sampah berperan
sebagai dropping point bagi produsen untuk produk dan kemasan produk yang
masa pakainya telah usai sehingga sebagian tanggung jawab pemerintah dalam
pengelolaan sampah juga menjadi tanggungjawab pelaku usaha. Penerapan prinsip
3R diharapkan dapat menyelesaikan masalah sampah secara terintegrasi dan
menyeluruh sehingga tujuan akhir kebijakan Pengelolaan Sampah Indonesia
dilaksanakan dengan baik. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS 2014)
pembangunan bank sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012 adalah 471
buah. Jumlah Bank Sampah yang sudah berjalan telah memiliki jumlah penabung
sebanyak 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola adalah 755.600
kg/bulan dengan nilai perputaran uang sebesar Rp1.648.320.000 /bulan.
Penerapan ini menjadi rujukan untuk pengelolaan bank sampah di desa Leuwimunding
angka statistik ini meningkat menjadi berjalan sesuai data bulan agustus -
September 2019, dengan jumlah penabung sebanyak 32 orang dan jumlah sampah
yang terkelola sebesar 2.011. kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar Rp
956.000/bulan. Program ini tentunya
memiliki dampak positif bagi penerima manfaat, warga sasaran, dan aparat
desa. Dalam kegiatan ini terdapat kelompok usaha bank sampah dan kelompok
ibu-ibu kerajinan rumahan. Nama kelompok usaha tersebut adalah Kelompok
Serbaguna Karanganyar. Serbaguna artinya kegiatan usaha ini tidak hanya
membeli sampah, mengelola, dan memasarkan tetapi kegiatan ini terbuka bagi
masyarakat Karanganyar terutama RW 06 untuk saling mengingatkan dalam hal
kebersihan dan kesehatan lingkungan, sarana belajar, sarana gotong royong,
sarana mengembangkan inovasi dan kreativitas, keterampilan, dan sarana untuk
peningkatan ekonomi masyarakat. Hasil kajian
menunjukkan, program-program kegiatan inovasi pengelolaan bank sampah yang
difokuskan di wilayah desa leuwimunding sudah baik. Hal ini dilihat dari
banyaknya masyarakat desa leuwimunding yang lebih sadar terhadap pengelolaan
sampah. Saat ini bank sampah di desa leuwimunding telah mengembangkan 1 unit
bank sampah. Target nasabah minimal setiap unit 10 orang. Faktanya, masih
terdapat unit bank sampah yang belum memiliki nasabah. Namun, secara umum
jumlah nasabah bank sampah dari awal kegiatan hingga bulan agustus dan
September 2019 terus meningkat. Hal ini dapat menunjukkan keberhasilan
program bank sampah di desa leuwimunding. Dampak dari kegiatan bank sampah
dibagi kedalam 3 aspek yakni, aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Indikator keberhasilan dari program ini dilihat dari sebelum program dan
sesudah program. |
|
Diskusi |
Berdasarkan pembahasan
diatas dapat diambil kesimpulan bahwa strategi inovatif dalam mengelola
sampah rumah tangga pedesaan yang telah dilakukan oleh Bank Sampah ini dapat
berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu
program tersebut. Walaupun dalam menjalankan kegiatan tersebut terdapat
faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi proses pelaksanaannya,
Pengurus mampu menjalankan kegiatannya secara maksimal. Faktor pendukung yang
ada telah menunjang terlaksanakannya kegiatan ini dengan baik dan
mempertahankan apa yang telah ada dengan sebaik mungkin. Sedangkan faktor
penghambat yang ada saat ini yang dimana telah menjadi kendala berjalannya
suatu kegiatan ini mampu diminimalisir oleh pengurus Bank Sampah di desa
leuwimunding dengan sebaik mungkin. Dengan memperkecil hambatan dan
memperbesar peluang merupakan tujuan dari kegiatan Bank Sampah ini agar
kegiatan yang telah berjalan mampu tercapai secara efektif dan efisien.
Kemudian secara bertahap dan berkesinambungan program ini mampu mengeluarkan
output terbaik yang dapat dicontoh oleh masyarakat luas maupun daerah -
daerah lain khususnya dalam hal kegiatan program pengelolaan sampah. |







0 komentar:
Posting Komentar