POLUSI UDARA DAN DAMPAKNYA PADA MAKHLUK
HIDUP
Psikologi Lingkungan Tugas Essay Pengganti
Materi Pertemuan 2
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta
MA
Aisyah Zulaina
22310410067
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi
45
Yogyakarta
Gambar diatas merupakan sebuah karya dari
seniman Cina. Pada umumnya tidak ada orang yang tahu bahwa kambing dalam gambar
tersebut merupakan sebuah patung. Semua akan mengatakan bahwa itu adalah
kambing hidup. Sekilas memang gambar itu seperti dimana sekumpulan kambing
berada ditengah lapang yang dibelakngnya ada banyak pabri-pabrik yang sedang
beraktivitas. Dengan asapan yang mengepul,
udara dan langit yang pekat mengisyaratkan bahwa telah tercermarnya lingkungan
tersebut. Polusi udara dan lapangan yang gersang membuat lingkungan menjadi
seram. Tanggapan saya mengenai gambar ini adalah sebuah karya untuk me”nyentil”
para manusia akan tidakan mereka yang membuat lingkungan menjadi rusak, kotor
dan tercemar.
Polusi udara menyebabkan suhu buki
meningkat dan air laut naik, pemanasan global terjadi jika suhu bumi meningkat.
Dimana dari polusi ini mengikuti dampak
lain seperti beberapa aktivitas makhluk
hidup terganggu dan membuat terjadinya ketidakseimbangan ekosistem. Polusi
udara dapat disebabkan oleh asap-asap bermotor, kegiatan industi termasuk
pembangkit listrik maupun pembakaran terbukan yang dilakukan oleh Masyarakat ataupun
pihak lainnya. Polusi udara dengan pencermaran udara memmiliki perbedaan,
dimana pencemaran udara merupakan perubahan atmosfer yang disebabkan masuknya
bahan kontaminan alami maupun buatan ke dalam atmosfer. Sedangkan polusi udara
ialah kondisi kontaminan di atmosfer akibat perbuatan manusia.
Selain dampak yang disebutkan diatas, beberapa
polutan yang biasanya menyebar, yakni logam berat, karbon monoksida (CO), nitrogen
oksida (NOx), ozon (03), senyawa organik volatil (VOC), dan sulfur dioksida
(SO2). Sehingga dapat membuat pernapasan terganggu seperti asma, ISPA, dan
kanker paru-paru. Mengganggu jalannya oksigen yang ada dalam darah. Memicu keguguran
dan Autisme.
Dari sisi psikologi lingkungan terhadap
polusi udara ini kita dapat mengurangi
terjadinya polusi udara yang terjadi disekitar kita dengan mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor, menghemat energi, membeli produk daur ulang, menggunakan
produk yang sustainable, menanam pohon, menggunakan transportasi umum,
berjalan, bersepeda, dan makan produk local dan organic.







0 komentar:
Posting Komentar