Jumat, 03 Mei 2024

Psi.Abnormalitas “ Waspada Terhadap Kecanduan Judi Online, Dapat Menyebabkan Depresi” : Ilma Putri Andriasih / 22310410059

Waspada Terhadap Kecanduan Judi Online, Dapat Menyebabkan Depresi. 


Psikologi Abnormalitas 


Ilma Putri Andriasih 

22310410059


Dosen Pengampu : FX. WAHYU WIDIANTORO S.Psi., M




Judi online adalah bentuk perjudian  dilakukan secara elektronik melalui internet. Dalam judi online, pemain dapat memasang taruhan, bermain permainan kasino, atau bertaruh pada hasil acara olahraga secara virtual.


Judi online menawarkan aksesibilitas dan kemudahan bermain yang tinggi, sehingga menyebabkan seseorang untuk terus-menerus kembali bermain, yang kemudian berdampak pada kesehatan mental individu yang terlibat, sehingga menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi. 


Depresi sendiri adalah gangguan kesehatan mental yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan cara bertindak seseorang. Gejala depresi yang paling umum meliputi perasaan sedih, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa, serta perasaan letih dan lemah. Depresi dapat berlangsung lama dan mempengaruhi kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari, serta dapat memburuk dan bertahan lebih lama jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. 


Depresi memiliki dampak yang luas dan kompleks pada kesehatan fisik dan mental. Beberapa efek depresi yang harus diwaspadai termasuk:


  • Kenaikan atau Penurunan Berat Badan: Depresi dapat menyebabkan perubahan nafsu makan yang dapat berdampak pada penurunan atau kenaikan berat badan. Berat badan yang terlalu rendah atau berlebihan dapat membahayakan jantung, mempengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan.

  • Penyakit Kronis: Orang dengan depresi mungkin mengalami sakit atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan, termasuk nyeri sendi atau otot, nyeri payudara, dan sakit kepala. Gejala depresi seseorang dapat memburuk karena adanya penyakit kronis.

  • Memengaruhi Kehidupan Seksual: Depresi dapat mengalami penurunan libido, sulit terangsang, tidak lagi mengalami orgasme, atau mengalami orgasme yang kurang memuaskan. Beberapa orang dengan depresi juga dapat mengalami masalah dalam hubungan dan dapat berdampak pada aktivitas seksual.

  • Gangguan Tidur: Depresi dapat mengalami dampak gangguan tidur seperti insomnia. Kondisi insomnia dapat membuat seseorang merasa kelelahan, serta kesulitan menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Kekurangan tidur dapat berdampak kepada masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan berat badan, dan beberapa jenis kanker.

  • Gangguan Saluran Pencernaan: Depresi sering dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan mereka seperti diare, muntah, mual, atau konstipasi. Beberapa orang dengan depresi juga mengalami kondisi kronis seperti IBS (irritable bowel syndrome).

  • Kerusakan Otak: Depresi yang tidak diobati dengan tepat dapat menimbulkan berbagai kerusakan pada otak, seperti menyusutnya ukuran otak, kerusakan jaringan otak, dan menghambat kemampuan otak untuk berfungsi normal. Hal ini dapat menyebabkan otak lebih cepat menua dan meningkatkan risiko terjadinya demensia atau pikun.

  • Masalah pada Sistem Pencernaan: Depresi berkaitan erat dengan masalah sistem pencernaan. Penderita depresi biasanya mengalami peningkatan atau penurunan nafsu makan. Akibatnya, penderita depresi rentan mengalami berbagai masalah pencernaan, seperti sakit atau kram perut.

  • Penyakit Jantung: Berat badan yang terlalu rendah atau berlebihan dapat membahayakan jantung, mempengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan. Depresi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

  • Gangguan Fungsi Otak: Depresi dapat menghambat kemampuan otak untuk berfungsi normal, menyebabkan otak lebih cepat menua dan meningkatkan risiko terjadinya demensia atau pikun.


Mengatasi depresi dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, perawatan mandiri seperti menjaga kesehatan fisik, mengelola stres, tetap aktif secara sosial, mencari hobi, dan menghindari penggunaan media berlebihan dapat membantu. Jika perawatan mandiri tidak efektif, pengidap mungkin memerlukan konseling psikiater atau obat resep dari dokter. Beberapa cara yang dapat menjadi pilihan untuk mengatasi depresi antara lain: perawatan mandiri, psikoterapi, terapi stimulasi otak, dan ECT. Perawatan jangka panjang juga dapat membantu mengurangi risiko episode depresi pada masa depan.



Daftar Pustaka :


Dika Sahputra. (2022). Dampak Judi Online Terhadap Kalangan Remaja (Studi Kasus Tebing Tinggi). Journal of Behavioral and Social Sciences, 14(2), 113-123.


Sutrisno, R. (2020). Depresi dan Kecemasan Remaja Ditinjau dari Perspektif Kesehatan dan Islam. Jurnal Kesehatan, 9(1), 1-10.



0 komentar:

Posting Komentar