Nama : Endy Zhuans Saputra
Nim : 22310410071
Dosen Pengampu : FX Wahyu
Widiantoro S.Psi.,MA
Kasus pembunuhan sadis
yang melibatkan seorang wanita berinisial RM yang tewas dibunuh oleh rekan
kerjanya bernama Ahmad Arif Ridwan Nuwloh alias AARN di sebuah hotel di
Bandung, mencengangkan masyarakat. Jasad RM dimasukkan ke dalam koper dan
dibuang di pinggir jalan Kabupaten Bekasi. Setelah penyelidikan seminggu,
pelaku AARN akhirnya ditangkap di Palembang. Dari perspektif psikologi
abnormal, kasus ini mengungkap beberapa aspek gangguan mental yang signifikan
pada pelaku.
Gangguan Kepribadian
Antisosial (Psikopat) Tindakan pelaku AARN yang membunuh korban RM dengan cara
yang brutal setelah memperkosanya, mencuri uangnya, dan membuang mayatnya dalam
koper mencerminkan ciri-ciri gangguan kepribadian antisosial atau psikopat.
Individu dengan gangguan ini seringkali menunjukkan perilaku impulsif, tidak
memiliki empati, dan tidak merasa bersalah atas perbuatan jahatnya. Teori
Trikotomi Kepribadian Psikopat yang dikemukakan oleh Robert D. Hare menjelaskan
tiga aspek utama kepribadian psikopat, yaitu gaya interpersonal yang curang dan
manipulatif, gaya afektif yang dangkal dan kurangnya empati, serta gaya
perilaku yang impulsif dan tidak bertanggung jawab.
Parafilia (Gangguan
Preferensi Seksual) Tindakan pelaku memperkosa korban sebelum membunuhnya
mengindikasikan adanya parafilia atau gangguan preferensi seksual seperti
sadisme seksual. Pelaku kemungkinan mendapatkan kepuasan dari menyakiti atau
menghina korbannya secara seksual. Teori Psikobiologis Gangguan Parafilia yang
dikembangkan oleh Ray Blanchard dan Howard E. Barbaree menjelaskan bahwa
gangguan parafilia dapat disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik,
hormonal, dan pengalaman hidup.
Gangguan Kontrol Impuls Pelaku
tampaknya tidak mampu mengontrol impuls agresi dan nafsunya untuk mencuri uang
dan membunuh korban. Ini bisa dikaitkan dengan gangguan kontrol impuls atau
masalah dalam mengatur emosi dan impuls. Teori Kontrol Diri yang dikemukakan
oleh Michael Gottfredson dan Travis Hirschi menyatakan bahwa individu dengan
kontrol diri yang rendah cenderung terlibat dalam perilaku kriminal dan
menyimpang karena tidak mampu mengendalikan impuls dan keinginan sesaat mereka.
Motif Finansial dan
Prioritas yang Terganggu Motif pelaku untuk mendapatkan uang bagi biaya resepsi
pernikahannya menunjukkan adanya prioritas yang terganggu dan kekurangan
pertimbangan moral dalam mencapai tujuannya. Pelaku tampaknya lebih
mengutamakan kepentingan pribadi daripada nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
Dampak Psikologis pada Keluarga Pelaku Fakta bahwa istri pelaku mengalami syok dan trauma berat setelah mengetahui perbuatan suaminya menunjukkan dampak psikologis yang signifikan pada keluarga terdekat. Kondisi ini dapat memicu gangguan stres pascatrauma (PTSD) atau gangguan kecemasan lainnya pada istri dan keluarga pelaku.
Kasus ini mencerminkan
betapa gangguan mental yang parah dapat mendorong seseorang melakukan tindakan
kriminal dan kekerasan yang ekstrem. Pelaku kemungkinan besar membutuhkan
evaluasi psikologis dan psikiatris yang mendalam, serta penanganan profesional
untuk mencegah terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang.
Daftar Pustaka
Blanchard,
R., & Barbaree, H. E. (2005). The strength of sexual arousal as a function
of the number of potential sexual arousal partners: An extension of the
catalyst theory of motivational development. Aggressive Behavior, 31(6),
520-535.
Gottfredson,
M. R., & Hirschi, T. (1990). A general theory of crime. Stanford, CA:
Stanford University Press.
Teicher,
M. H., & Samson, J. A. (2016). Annual Research Review: Enduring
neurobiological effects of childhood abuse and neglect. Journal of Child
Psychology and Psychiatry, 57(3), 241-266.







0 komentar:
Posting Komentar