Selasa, 19 September 2023

Essay 1. Psi Lingkungan_Meringkas Jurnal_Vina Milatul Azka_21310410181_SP

MERINGKAS JURNAL

 

 

 

KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR BERDASARKAN KARAKTERISTIKNYA (STUDI KASUS PASAR SEGIRI KOTA SAMARINDA)

Vina Milatul Azka 21310410181

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



 

 


Topik

Pemanfaatan, sampah organik, pasar, timbulan sampah

Sumber

Rahayu, D.E & Sukmono, Y. (2013). Kajian Potensi Pemanfaatan Sampah Organik Pasar Berdasarkan Karakteristiknya (Studi Kasus Psar Segiri Kota Samarinda). Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. 5(2),

Juli 2013, 77-90.

Permasalahan

Sampah sering kali dianggap tidak berguna namun perlu dikelola agar tidak membahayakan lingkngan dan kesehatan masyarakat. Adanya aktivitas jual beli di pasar menyebabkan adanya timbulan sampah yang cukup besar tiap harinya. Berdasarkan observasi lapangan, Pasar Segiri masih terkesan kotor, kumuh dengan aroma yang tidak nyaman berasal

dari sampah dan limbah yang menumpuk.


Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui karakteristik sampah Pasar Segiri Samarinda yang meliputi volume timbulan sampah, berat timbulan sampah dan komposisi sampah.

Mengetahui neraca kesetimbangan massa sampah Pasar Segiri Samarinda

Mengetahui potensi pemanfaatan sampah Pasar Segiri berdasarkan karakteristiknya

Mengetahui potensi keterlibatan masyarakat (pedagang pasar) dalam

pengelolaan sampah

Isi

·       Sesuai dengan SNI 19-2454-2002 tentang teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan bahwa sub sistem teknis operasional pengelolaan sampah perkotaan meliputi dasar-dasar perencanaan untuk kegiatan-kegiatan pewadahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah. Teknis operasional pengelolaan sampah perkotaan bersifat terpadu dengan melakukan pemilahan.Pengelolaan sampah ditujukan pada pengumpulan sampah mulai dari produsen sampai pada tempat pembuangan sampah akhir (TPA), membuat tempat pembuangan sampah sementara (TPS), transportasi yang sesuai lingkungan dan pengelolaan pada TPA.

·       Pengumpulan merupakan proses pengangkutan dari sumber timbulan sampah menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sistem pengumpulan sampah di Pasar Segiri Samarinda menggunakan pola pengumpulan secara komunal langsung yaitu sampah yang berasal dari sumber sampah diangkut menggunakan gerobak sampah oleh petugas dinas pasar setempat untuk dibuang ke TPS yang telah disediakan oleh Dinas Kebersihan di samping Pasar Segiri.

·       Pengukuran dan pengambilan contoh timbulan dan komposisi sampah dilakukan selama 8 hari berturut-turut dengan mengumpulkan sampah di los-los pasar segiri Samarinda yang

berasal dari 33 los dari luas wilayah keseluruhan.


 

·       Komposisi sampah merupakan komponen fisik sampah berdasarkan pengambilan contoh sampah yang dilakukan selama 8 hari berturut-turut dari 33 los pedagang Pasar Segiri kemudian dilakukan pemisahan berdasarkan komponen masing- masing sampah yaitu sampah organik daun, lastik, logam, kaca, kertas, kayu dan kain.

·       Biogas merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan yang umumnya dibuat dengan bahan baku limbah peternakan yaitu yang berasal dari kotoran sapi, ayam, babi, dll yang menghasilkan produksi gas methan cukup besar. Namun biogas dapat pula dibuat dari sampah domestik pasar, rumah makan, rumah tangga yaitu sampah organiknya dengan penambahan starter untuk mempercepat proses fermentasinya seperti kotoran sapi, rumen sapi, usus ayam (Wahyuni, 2011; Bahrain, 2011; Wisnu, 2012) . Reaktor yang digunakan untuk biogas ini dapat dibuat dari cor, fiber, pasangan bata bahkan yang sederhana menggunakan tendon air 1200L (Zubaidi, 2012).

·       Pengelolaan sampah adalah pengaturan yang berhubungan dengan pengendalian timbulan sampah, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah dengan cara yang merujuk pada dasar- dasar yang terbaik mengenai kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik, konservasi, estetika dan pertimbangan lingkungan yang

lain dan juga tanggap terhadap perilaku massa.

Metode

·       Pengukuran sampel

Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk pengambilan dan pengukuran sampel timbulan dan karakteristik sampah, antara lain sarung tangan, masker, kantong plastik (volume ± 40 L), timbangan dacin ukuran 50 - 100 kg, alat pengukur volume berupa kotak berukuran 20 x 20 x 20 cm dan berukuran 0,5 x 0,4 x 0,5 m, penggaris, sekop, stiker untuk identitas sampel yang ditempelkan di kantong plastik, spidol serta bolpoint.

·       Pengambilan/teknik sampling sampah


 

Tata cara pengambilan dan pengukuran sampel timbulan, komposisi dan volume sampah dilakukan berdasarkan SNI Persampahan 19-3964-1995 mengenai metode pengambilan dan pengukuran sampel timbulan dan komposisi sampah perkotaan yang meliputi lokasi, cara pengambilan, jumlah sampel, frekuensi pengambilan serta pengambilan dan perhitungan sampel sampah. Sampel yang diambil sebanyak 33 los pasar untuk pengukuran sampah pasar. Sedangkan wawancara dilakukan terhadap responden pedagang pasar sebanyak 50 responden untuk mengetahui potensi keterlibatan peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah pasar yang dihasilkannya.

·       Analisa Data

Data yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menghitung berikut ini :

a.  Menghitung berat jenis sampah.

Dalam perhitungan berat jenis sampah menggunakan rumus sebagai berikut: Berat jenis samapah = berat sampah (kg) / volume sampah

Berat sampah didapat dengan cara menimbang sampel, sedangkan volumenya diukur dengan kotak kayu berukuran 20 x 20 x 50 (cm3).

b.  Menghitung prosentase komposisi.

Komposisi sampah dihitung dengan menggunakan rumus: % komponen = (berat komponen (kg) / berat total sampah) x 100% Data data tersebut akan digunakan untuk menyusun neraca kesetimbangan   sampah   pasar   dan   menganalisa

potensi pemanfaatannya.

Hasil

·       Luas keseluruhan Pasar Segiri Samarinda selain yang digunakan untuk keperluan perkantoran dinas pasar adalah seluas 2945 m2 yang terdiri dari total luas 333 los yang ada di Pasar Segiri Samarinda dengan luas 2342 m2 dan beberapa los tidak resmi yang ada di Pasar Segiri Samarinda dengan luas 603 m2. Los

tidak resmi ini berada di sekitar los resmi dan pinggir jalan di


 

dalam pasar. Maka berat timbulan sampah yang dihasilkan Pasar Segiri Samarinda setiap harinya adalah 1825,9 kg/hari.

·       Volume timbulan sampah yang dihasilkan Pasar Segiri Samarinda setiap harinya adalah 5,94 m3/hari, terdapat kesamaan dengan sampah Pasar Palembang sebesar 5,34 m3/hari (Bahrin, 2011). Volume timbulan sampah diatas menunjukkan Pasar Segiri Samarinda masuk dalam penggolongan kelas I pasar tradisional dengan volume sampah

> 5,0 m3/hari.

·       Persentase sampah organik keseluruhan adalah 88,26% dan terdapat 10%.

Sampah plastik yang terdiri dari sampah gelas air mineral, plastik bening (Polypropylene/PP) pembungkus transparan, plastik PP warna (High Density Polypropylene/HDPE) berupa kemasan detergen, kemasan shampoo, sedotan, kemasan makanan ringa, kemasan mie instan dan plastic sejenisnya yang bewarna, Plastik kresek (Low Density Polypropylene/LDPE) berupa plastik pembungkus yang berwarna hitam dan putih susu dengan prosentase keseluruhan 2,94%.

Persentase sampah logam di Pasar Segiri Samarinda dari total sampah keseluruhan adalah 0,3%.

Sampah kaca yang terdiri dari Botol kaca kecil, dan kaca lain- lain yang berupa pecahan kaca maupun botol kaca pecah yang tidak utuh dengan persentase keseluruhan 0,45%.

Sampah kertas yang terdiri dari Kertas Koran, kardus, dan kertas lain-lain yang berupa kertas pembungkus nasi dengan persentase 3,43%.

Persentase sampah kayu di Pasar Segiri Samarinda dari total keseluruhan adalah 0,21%.

Persentase sampah kain di Pasar Segiri Samarinda dari total keseluruhan adalah 2,79%.

·       Pedagang di lingkungan Pasar Segiri Samarinda hanya 3.03%

pedagang yang bersedia untuk melakukan pengumpulan sampah


 

diwadah yang akan disediakan pada setiap jalur los, dan 96,97% pedagang tidak bersedia untuk melakukannya. Hasil observasi lapangan Pasar Segiri Samarinda menggunakan system pengangkutan tidak langsung yaitu pengumpulan sampah dilakukan dengan gerobak berukuran 1m x 0,5 m karena kondisi

lingkungan pasar yang sangat padat.

Diskusi

·       Sampah akan menjadi masalah utama dan ters bertambah bagi pengelolaan sampah yang hanya mengandalkan TPA tanpa adanya proses pendahuluan.

·       Rendahnya partisipasi pedagang dalam pemilahan sampah dan pengelolaan sampah sebagai upaya mengurangi volume

sampah.

Kesimpulan

·       Volume sampah yang dihasilkan Pasar Segiri sebesar 5,94 m3/hari (termasuk kategori kelas I) dan berat sampah 1825,9 kg/hari.

·       Komposisi sampah terbesar adalah sampah organik yang mudah terurai yang berpotensi untuk dilakukan komposting dan biogas sebesar 78,26%.

·       Residu yang dihasilkan dari Pasar Segiri berdasarkan neraca kesetimbangan massa apabila dilakukan pengolahan sebesar 278,09 kg/hari.

·       Keterlibatan pedagang dalam pengelolaan sampah sangat rendah, terbatas pada pewadahan sampah yang dihasilkan

tanpa pemilahan.

  

0 komentar:

Posting Komentar