MERINGKAS JURNAL
KAJIAN POTENSI PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK PASAR BERDASARKAN
KARAKTERISTIKNYA (STUDI KASUS PASAR SEGIRI KOTA SAMARINDA)
Vina Milatul Azka 21310410181
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Topik |
Pemanfaatan, sampah
organik, pasar, timbulan sampah |
|
Sumber |
Rahayu,
D.E & Sukmono, Y. (2013). Kajian Potensi Pemanfaatan Sampah Organik Pasar Berdasarkan Karakteristiknya (Studi Kasus Psar Segiri Kota Samarinda). Jurnal Sains
dan Teknologi Lingkungan. 5(2), Juli 2013, 77-90. |
|
Permasalahan |
Sampah
sering kali dianggap tidak berguna namun perlu dikelola agar tidak
membahayakan lingkngan dan kesehatan masyarakat. Adanya aktivitas jual beli di pasar menyebabkan adanya timbulan sampah
yang cukup besar tiap harinya. Berdasarkan observasi lapangan, Pasar
Segiri masih terkesan kotor,
kumuh dengan aroma
yang tidak nyaman
berasal dari sampah dan limbah
yang menumpuk. |
|
Tujuan Penelitian |
Untuk
mengetahui karakteristik sampah Pasar Segiri Samarinda yang meliputi volume
timbulan sampah, berat timbulan sampah dan komposisi sampah. Mengetahui
neraca kesetimbangan massa sampah Pasar Segiri Samarinda Mengetahui
potensi pemanfaatan sampah Pasar Segiri berdasarkan karakteristiknya Mengetahui potensi
keterlibatan masyarakat (pedagang pasar) dalam pengelolaan sampah |
|
Isi |
·
Sesuai dengan SNI 19-2454-2002
tentang teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan bahwa sub sistem
teknis operasional pengelolaan sampah
perkotaan meliputi dasar-dasar perencanaan untuk kegiatan-kegiatan pewadahan
sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, pengolahan sampah dan pembuangan akhir sampah. Teknis
operasional pengelolaan sampah perkotaan bersifat terpadu dengan melakukan
pemilahan.Pengelolaan sampah ditujukan pada pengumpulan sampah mulai dari
produsen sampai pada tempat pembuangan sampah akhir (TPA), membuat tempat
pembuangan sampah sementara (TPS), transportasi yang sesuai
lingkungan dan pengelolaan pada
TPA. ·
Pengumpulan merupakan proses
pengangkutan dari sumber timbulan sampah menuju Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sistem pengumpulan sampah di Pasar
Segiri Samarinda menggunakan pola pengumpulan secara komunal langsung yaitu
sampah yang berasal dari sumber sampah diangkut menggunakan gerobak sampah
oleh petugas dinas pasar setempat untuk dibuang ke TPS yang telah disediakan
oleh Dinas Kebersihan di samping Pasar Segiri. ·
Pengukuran dan pengambilan contoh
timbulan dan komposisi sampah dilakukan selama 8 hari berturut-turut dengan
mengumpulkan sampah di los-los pasar segiri Samarinda yang berasal dari 33 los dari luas wilayah
keseluruhan. |
|
|
·
Komposisi sampah merupakan
komponen fisik sampah berdasarkan pengambilan contoh sampah yang dilakukan
selama 8 hari berturut-turut dari 33 los pedagang Pasar Segiri kemudian dilakukan pemisahan berdasarkan komponen masing- masing sampah yaitu
sampah organik daun,
lastik, logam, kaca, kertas, kayu dan kain. ·
Biogas merupakan energi
terbarukan yang ramah lingkungan yang umumnya dibuat dengan bahan baku limbah
peternakan yaitu yang berasal dari kotoran sapi, ayam, babi, dll yang
menghasilkan produksi gas
methan cukup besar.
Namun biogas dapat pula
dibuat dari sampah domestik pasar, rumah makan, rumah tangga yaitu sampah
organiknya dengan penambahan starter untuk mempercepat proses fermentasinya seperti kotoran sapi, rumen sapi, usus ayam (Wahyuni, 2011; Bahrain,
2011; Wisnu, 2012) . Reaktor yang digunakan untuk biogas ini dapat dibuat
dari cor, fiber, pasangan bata bahkan yang sederhana menggunakan tendon air
1200L (Zubaidi, 2012). ·
Pengelolaan sampah adalah
pengaturan yang berhubungan dengan pengendalian timbulan sampah, penyimpanan,
pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan dan pembuangan sampah
dengan cara yang merujuk pada dasar- dasar yang terbaik mengenai kesehatan masyarakat,
ekonomi, teknik, konservasi, estetika dan pertimbangan lingkungan yang lain dan juga
tanggap terhadap perilaku massa. |
|
Metode |
· Pengukuran sampel Peralatan dan
perlengkapan yang diperlukan untuk pengambilan
dan pengukuran sampel timbulan dan karakteristik sampah, antara lain
sarung tangan, masker,
kantong plastik (volume ± 40 L), timbangan
dacin ukuran 50 - 100 kg, alat pengukur volume berupa kotak berukuran 20 x 20
x 20 cm dan berukuran 0,5 x 0,4 x 0,5
m, penggaris, sekop,
stiker untuk identitas sampel yang
ditempelkan di kantong plastik, spidol serta bolpoint. · Pengambilan/teknik sampling sampah |
|
|
Tata
cara pengambilan dan pengukuran sampel timbulan, komposisi dan volume sampah
dilakukan berdasarkan SNI Persampahan 19-3964-1995 mengenai metode pengambilan dan pengukuran sampel timbulan dan
komposisi sampah perkotaan yang meliputi lokasi, cara pengambilan, jumlah
sampel, frekuensi pengambilan serta pengambilan dan perhitungan sampel
sampah. Sampel yang diambil sebanyak 33 los pasar untuk pengukuran sampah pasar.
Sedangkan wawancara dilakukan terhadap responden pedagang pasar sebanyak 50
responden untuk mengetahui potensi
keterlibatan peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah pasar yang
dihasilkannya. · Analisa Data Data
yang telah diperoleh akan dianalisis dengan menghitung berikut ini : a. Menghitung berat
jenis sampah. Dalam
perhitungan berat jenis sampah menggunakan rumus sebagai berikut: Berat jenis
samapah = berat sampah (kg) / volume sampah Berat
sampah didapat dengan cara menimbang sampel, sedangkan volumenya diukur dengan
kotak kayu berukuran 20 x 20 x 50 (cm3). b. Menghitung prosentase komposisi. Komposisi
sampah dihitung dengan menggunakan rumus: % komponen = (berat komponen (kg) / berat
total sampah) x 100%
Data data tersebut akan digunakan untuk menyusun neraca kesetimbangan sampah pasar dan menganalisa potensi pemanfaatannya. |
|
Hasil |
·
Luas keseluruhan Pasar Segiri
Samarinda selain yang
digunakan untuk keperluan perkantoran dinas pasar adalah
seluas 2945 m2 yang terdiri dari total luas 333 los
yang ada di Pasar Segiri Samarinda dengan luas 2342 m2 dan beberapa los tidak
resmi yang ada di Pasar Segiri Samarinda dengan luas 603 m2. Los tidak resmi
ini berada di sekitar los resmi dan pinggir jalan di |
|
|
dalam
pasar. Maka berat timbulan sampah
yang dihasilkan Pasar Segiri Samarinda setiap harinya adalah 1825,9 kg/hari. ·
Volume timbulan sampah yang
dihasilkan Pasar Segiri Samarinda setiap harinya adalah 5,94 m3/hari,
terdapat kesamaan dengan sampah Pasar Palembang sebesar 5,34 m3/hari (Bahrin,
2011). Volume timbulan sampah diatas menunjukkan Pasar Segiri Samarinda masuk
dalam penggolongan kelas I pasar tradisional dengan volume sampah > 5,0 m3/hari. ·
Persentase sampah organik
keseluruhan adalah 88,26% dan terdapat 10%. Sampah
plastik yang terdiri dari sampah gelas air mineral, plastik bening
(Polypropylene/PP) pembungkus transparan, plastik PP warna (High Density
Polypropylene/HDPE) berupa kemasan detergen, kemasan shampoo, sedotan,
kemasan makanan ringa, kemasan mie instan dan
plastic sejenisnya yang bewarna, Plastik kresek (Low
Density Polypropylene/LDPE) berupa plastik pembungkus yang berwarna hitam
dan putih susu dengan prosentase keseluruhan
2,94%. Persentase
sampah logam di Pasar Segiri Samarinda dari total sampah keseluruhan adalah
0,3%. Sampah
kaca yang terdiri dari Botol kaca kecil, dan kaca lain- lain yang berupa
pecahan kaca maupun botol kaca pecah yang tidak utuh dengan persentase
keseluruhan 0,45%. Sampah kertas
yang terdiri dari
Kertas Koran, kardus, dan kertas
lain-lain yang berupa kertas pembungkus nasi dengan persentase 3,43%. Persentase
sampah kayu di Pasar Segiri Samarinda dari total keseluruhan adalah 0,21%. Persentase
sampah kain di Pasar Segiri Samarinda dari total keseluruhan adalah 2,79%. · Pedagang di lingkungan Pasar
Segiri Samarinda hanya
3.03% pedagang yang bersedia untuk melakukan pengumpulan sampah |
|
|
diwadah yang akan disediakan pada setiap jalur
los, dan 96,97% pedagang tidak bersedia untuk
melakukannya. Hasil observasi lapangan Pasar Segiri Samarinda menggunakan
system pengangkutan tidak langsung yaitu pengumpulan sampah dilakukan dengan
gerobak berukuran 1m x 0,5
m karena kondisi lingkungan pasar yang
sangat padat. |
|
Diskusi |
·
Sampah akan menjadi masalah utama dan ters
bertambah bagi pengelolaan
sampah yang hanya mengandalkan TPA tanpa adanya proses pendahuluan. ·
Rendahnya partisipasi pedagang dalam
pemilahan sampah dan pengelolaan sampah sebagai upaya
mengurangi volume sampah. |
|
Kesimpulan |
·
Volume sampah yang dihasilkan
Pasar Segiri sebesar 5,94 m3/hari (termasuk kategori kelas I) dan
berat sampah 1825,9 kg/hari. ·
Komposisi sampah terbesar adalah
sampah organik yang mudah terurai yang
berpotensi untuk dilakukan komposting dan biogas sebesar 78,26%. ·
Residu yang dihasilkan dari Pasar Segiri
berdasarkan neraca
kesetimbangan massa apabila dilakukan pengolahan sebesar 278,09 kg/hari. ·
Keterlibatan pedagang dalam
pengelolaan sampah sangat rendah, terbatas pada
pewadahan sampah yang
dihasilkan tanpa pemilahan. |







0 komentar:
Posting Komentar