POLUSI UDARA
Psikologi Lingkungan Tugas Essay Pengganti Materi Pertemuan 2
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA
Nama : Ingga octiana
Nim : 19310410007
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Polusi Udara merupakan pencemaran udara yang akhir-akhir ini mengancam lingkungan kita hal ini
dapat terjadi karena Udara yang kita hirup semakin tercemar dari hari ke hari. Dengan pertumbuhan
penduduk, industri baru didirikan, dan jumlah kendaraan meningkat. Dalam industri, kendaraan
melepaskan gas beracun ke lingkungan dan menyebabkan polusi udara di masyarakat dan lingkungan.
Karena polusi udara, lapisan Ozon mencair dan sinar Ultra Violet yang sangat beracun memasuki
lingkungan. Sinar UV ini mempengaruhi manusia dengan menyebabkan masalah kulit dan banyak
penyakit lainnya. Polusi ini dapat menyebabkan hasil yang mengerikan termasuk infeksi pernapasan,
penyakit jantung, dan kanker paru-paru dan kurangnya kadar oksigen didalam tubuh kita. Polusi udara
dalam dan luar ruangan telah menyebabkan kematian di seluruh dunia. Bahkan hujan asam adalah
parturisi lain dari polusi udara yang menghancurkan pohon, tanaman, peternakan, hewan, dan air.
Pencemaran udara dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pencemaran primer dan sekunder. Pencemaran
Primer adalah adanya substansi pencemaran yang berasal langsung dari sumber pencemaran dan
terpapar langsung ke atmosfer. Salah satu contohnya adalah karbon monoksida yang dihasilkan dari
pembakaran akibat kegiatan manusia. Pencemaran Sekunder adalah adanya subtansi zat pencemaran
yang dihasilkan dari reaksi antar zat pencemar primer. Salah satu contohnya adalah pembentukan ozon
yang mengakibatkan efek rumah kaca. Ozon terbentuk dari senyawa hidrokarbon dan nitrogen oksida
yang dipengaruhi sinar matahari. Secara sederhana, perbedaan encemaran primer dan sekunder
terletak pada sumber pencemaran yang menyebabkan adanya polusi.
Mengingat pencemaran udara sangat mengganggu dan dapat menyebabkan banyak dampak negatif,
tentunya penanggulangan harus dilakukan. Mulai mengalihkan pola pikir untuk menggunakan
transportasi umum daripada transportasi pribadi. Hal ini dapat mengurangi polusi udara yang
diakibatkan kendaraan bermotor. Jika dilakukan di perkotaan yang padat, maka juga akan mengurangi
efek macet di jalan raya. Karena kemacetan juga merupakan salah satu penyumbang polutan yang
banyak di udara. Dan terakhir yaitu Melakukan reboisasi dan penghijauan di area perkotaan, seperti
membangun ruang terbuka hijau dan hutan kota







0 komentar:
Posting Komentar