Nama: Happy Johanis
Nim :
23310420013
PENCEMARAN UDARA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN
Pencemaran udara yang tiap hari dihirup oleh
makhluk hidup yang disebabkan karena faktor buatan. Penyebab dari pencemaran
udara adalah semakin banyaknya asap industri atau pabrik yang terdapat di
berbagai wilayah. Pada industri pabrik, biasanya terdapat cerobong asap yang
berfungsi untuk mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya.
Pencemaran udara oleh beberapa zat kimia
seperti sulfur dioksida, debu, sampai nitrogen dioksida dari
industri/pabrik-pabrik di lingkungan tersebut. Pencemaran udara ini memiliki
dampak yang sangat buruk bagi kesehatan, seperti asma dan infeksi saluran
pernapasan (ISPA). Di tahap yang sudah parah, pencemaran udara dapat menyebabkan
kanker.
Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat,
penyakit respirasi juga memberikan tekanan pada anggaran BPJS untuk menanggung
biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara. Faktor risiko polusi udara
terhadap penyakit respirasi ini pun cukup tinggi.
Menurut data BPJS Kesehatan, selama periode
2018-2022, anggaran yang ditanggung untuk penyakit respirasi juga mencapai
angka yang signifikan dan memiliki kecenderungan peningkatan tiap tahunnya.
Pneumonia menelan biaya sebesar Rp. 8,7 triliun, tuberkulosis Rp. 5,2 triliun,
PPOK Rp. 1,8 triliun, asma Rp 1,4 triliun, dan kanker paru Rp. 766 miliar.
Pencemaran lingkungan sekarang ini sudah
menjadi masalah pokok yang dialami oleh banyak negara, tidak hanya di Indonesia
saja. Hal tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terlalu
cepat sehingga mengakibatkan kebutuhan akan sumber daya alam termasuk air,
udara, dan lahan juga turut “tersentuh”.
Secara umum, pencemaran adalah proses masuknya
bahan atau energi tertentu ke dalam suatu lingkungan yang justru menyebabkan
timbulnya perubahan negatif pada lingkungan, kesehatan manusia, hingga
eksistensi manusia beserta organisasi lain. Dalam hal ini, lingkungan yang
dimaksud berkaitan dengan ekosistem udara, ekosistem tanah, ekosistem laut, dan
lainnya. Sementara itu, menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terutama pada Pasal 1 ayat 14,
mengungkapkan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah “Masuk atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain kedalam
lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan
hidup yang telah ditetapkan. Pencemaran lingkungan ini dapat terjadi di mana
saja, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk. Beban pencemaran
paling berat diakibatkan oleh limbah industri dan berbagai bahan kimia.
SARAN DAN SOLUSI PENCEMARAN UDARA
Pencemaran udara dapat mengakibatkan kesehatan
mental bagi manusia, karena
Pencemaran udara akibat asap pabrik. Pulusi
itu dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar
minyak, dan perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah
lingkungan, seperti mesin berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk
mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi.
Upaya-upaya dilakukan dengan melibatkan lintas
sektor, demo permasalahan lingkungan dan kita ada di dalamnya dan ini harus
diatasi bersama-sama. Dan kita semua berharap anak anak kita generasi masa
depan tetap dapat menghirup udara segar dan sehat serta anak anak dapat tumbuh
dan berkembang secara optimal.
Berikut solusi-solusi untuk menangani
pencemaran udara
A. Mengurangi Penggunaan Batubara Polusi dari
pembakaran semua bahan bakar fosil bersifat berbahaya untuk atmosfer. Namun, pembakaran
batu bara memiliki dampak yang lebih besar terhadap polusi
udara
daripada pembakaran minyak atau gas karena melepaskan lebih banyak karbon
dioksida, sulfur dioksida, dan polutan logam berat per unit energi. Akan
tetapi, lebih dari sepertiga listrik yang dihasilkan di dunia berasal dari
pembakaran batu bara. Pada tahun 2014, permintaan batubara dunia mulai menurun.
Di Amerika Utara, pembangkit batubara
digantikan oleh gas alam. Beberapa negara, seperti Jepang dan Korea Selatan,
lebih mengandalkan energi nuklir. Selain itu, ada sumber listrik kini mulai
diperoleh dari sumber yang bersih dan terbarukan seperti angin, matahari, dan
air.
B. Menghemat Listrik
Hematlah penggunaan listrik Anda baik di
rumah, kantor, dan di mana pun. Lakukan hal yang tampak sepele ini: mematikan
lampu pada ruangan yang tidak digunakan. Gunakanlah peralatan listrik yang
hemat energi. Dengan menghemat penggunaan listrik, tidak hanya menyelamatkan
isi kantong Anda dari tagihan listrik, tapi juga ikut membantu menjaga kualitas
udara yang ada di dunia.
.jpeg)






0 komentar:
Posting Komentar