Selasa, 19 September 2023

DAMPAK UDARA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

 

Nama: Happy Johanis

Nim   : 23310420013

 


PENCEMARAN UDARA  DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN

Pencemaran udara yang tiap hari dihirup oleh makhluk hidup yang disebabkan karena faktor buatan. Penyebab dari pencemaran udara adalah semakin banyaknya asap industri atau pabrik yang terdapat di berbagai wilayah. Pada industri pabrik, biasanya terdapat cerobong asap yang berfungsi untuk mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya.

Pencemaran udara oleh beberapa zat kimia seperti sulfur dioksida, debu, sampai nitrogen dioksida dari industri/pabrik-pabrik di lingkungan tersebut. Pencemaran udara ini memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan, seperti asma dan infeksi saluran pernapasan (ISPA). Di tahap yang sudah parah, pencemaran udara dapat menyebabkan kanker.

Tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, penyakit respirasi juga memberikan tekanan pada anggaran BPJS untuk menanggung biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara. Faktor risiko polusi udara terhadap penyakit respirasi ini pun cukup tinggi.

Menurut data BPJS Kesehatan, selama periode 2018-2022, anggaran yang ditanggung untuk penyakit respirasi juga mencapai angka yang signifikan dan memiliki kecenderungan peningkatan tiap tahunnya. Pneumonia menelan biaya sebesar Rp. 8,7 triliun, tuberkulosis Rp. 5,2 triliun, PPOK Rp. 1,8 triliun, asma Rp 1,4 triliun, dan kanker paru Rp. 766 miliar.

Pencemaran lingkungan sekarang ini sudah menjadi masalah pokok yang dialami oleh banyak negara, tidak hanya di Indonesia saja. Hal tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat sehingga mengakibatkan kebutuhan akan sumber daya alam termasuk air, udara, dan lahan juga turut “tersentuh”.

Secara umum, pencemaran adalah proses masuknya bahan atau energi tertentu ke dalam suatu lingkungan yang justru menyebabkan timbulnya perubahan negatif pada lingkungan, kesehatan manusia, hingga eksistensi manusia beserta organisasi lain. Dalam hal ini, lingkungan yang dimaksud berkaitan dengan ekosistem udara, ekosistem tanah, ekosistem laut, dan lainnya. Sementara itu, menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup terutama pada Pasal 1 ayat 14, mengungkapkan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah “Masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Pencemaran lingkungan ini dapat terjadi di mana saja, seiring dengan pesatnya laju pertumbuhan penduduk. Beban pencemaran paling berat diakibatkan oleh limbah industri dan berbagai bahan kimia.

 

SARAN DAN SOLUSI PENCEMARAN UDARA

Pencemaran udara dapat mengakibatkan kesehatan mental bagi manusia, karena

Pencemaran udara akibat asap pabrik. Pulusi itu dapat dicegah dan ditanggulangi dengan mengurangi pemakaian bahan bakar minyak, dan perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan, seperti mesin berenergi listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi.

Upaya-upaya dilakukan dengan melibatkan lintas sektor, demo permasalahan lingkungan dan kita ada di dalamnya dan ini harus diatasi bersama-sama. Dan kita semua berharap anak anak kita generasi masa depan tetap dapat menghirup udara segar dan sehat serta anak anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

 

Berikut solusi-solusi untuk menangani pencemaran udara

 

A. Mengurangi Penggunaan Batubara Polusi dari pembakaran semua bahan bakar fosil bersifat berbahaya untuk atmosfer. Namun, pembakaran batu bara memiliki dampak yang lebih besar terhadap polusi

 udara daripada pembakaran minyak atau gas karena melepaskan lebih banyak karbon dioksida, sulfur dioksida, dan polutan logam berat per unit energi. Akan tetapi, lebih dari sepertiga listrik yang dihasilkan di dunia berasal dari pembakaran batu bara. Pada tahun 2014, permintaan batubara dunia mulai menurun.

Di Amerika Utara, pembangkit batubara digantikan oleh gas alam. Beberapa negara, seperti Jepang dan Korea Selatan, lebih mengandalkan energi nuklir. Selain itu, ada sumber listrik kini mulai diperoleh dari sumber yang bersih dan terbarukan seperti angin, matahari, dan air.

 

B. Menghemat Listrik

Hematlah penggunaan listrik Anda baik di rumah, kantor, dan di mana pun. Lakukan hal yang tampak sepele ini: mematikan lampu pada ruangan yang tidak digunakan. Gunakanlah peralatan listrik yang hemat energi. Dengan menghemat penggunaan listrik, tidak hanya menyelamatkan isi kantong Anda dari tagihan listrik, tapi juga ikut membantu menjaga kualitas udara yang ada di dunia.

0 komentar:

Posting Komentar