“ IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM
INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU ”
(Studi Kasus di Taman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan
Kota Mojokerto)
Essay 1
Psikologi Lingkungan
Siti Syarifatussa’adah
21310410156
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati
Shinta MA
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
|
Topik |
Pengelolaan Sampah, Inovasi
Pengelolaan Sampah, Tempat Pembuangan Akhir Randegan Kota Mojokerto |
|
Sumber |
Fitri, R.F., Ati, N.U. & Suyeno.
(2019). Implementasi kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah
terpadu. Jurnal respon publik,
13 (4), 2021, 12-18. |
|
Permasalahan |
Sampah merupakan satu permasaalahan
kompleks yang dihadapi, baik oleh negara berkembang maupun negara maju.
Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi
persoalan serius terutama di kota-kota besar, tidak hanya di Indonesia, tapi di
seluruh dunia. Negara-negara maju telah melakukan berbagai Upaya untuk
masalah tersebut, begitupun bagi pemerintah daerah dimana persampahan
merupakan masalah yang serius. Salah satu kebijakan Pemerintah
Kabupaten Mojokerto dalam mendorong kepada masyarakat akan pentingnya
pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui 3R mengingat pengelolaan
sampah ini harus bersinergi dengan
elemen masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan
aspek terpenting dalam sistem pengelolaan sampah secara terpadu. |
|
Tujuan penelitian |
Hasil penelitian secara keseluruhan
Taman TPA Randegan Kota Mojokerto bertujuan untuk mengimplementasikan
kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah yaitu dengan adanya
program pengelolaan sampah basah dan sampah kering, taman dan edukasi yang
diharapkan bisa menjadi tolak ukur dalam mengatasi masalah sampah. |
|
Isi |
Indonesia berada di
peringkat ke empat di dunia sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar.
Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun
2015 bsebanyak 255.461.700 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut akan
meningkatkan laju konsumsi masyarakt yang diimbangi dengan pola hidup yang
modern. Pola hidup yang semakin modern memberikan kontribusi jenis sampah
yang semakin beragam, salah satunya sampah kemasan yang berbahaya dan sulit
terurai oleh proses alam. Hal ini semakin bertambahnya volume sampah yang
dihasilkan masyarakat. Pengelolaan sampah merupakan
tantangan terbesar bagi Indonesia. Jumlah timbunan sampah yang mencapai
175.000 ton/hari atau setara dengan 64 juta ton/tahun memerlukan pola
pengelolaan sampah yang tepat. Pemerintah
menetapkan berdasarkan mekanisme pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah
sejenis rumah tangga melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 20 Ayat
(1) Tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle. Dengan konsep 3R ini bertujuan untuk
mengurangi sampah sejak dari sumbernya, mengurangi pencemaran lingkungan,
memberi manfaat kepada masyarakat, serta dapat mengubah perilaku masyarakat
terhadap sampah. Salah satu kebijakan Pemerintah
Kabupaten Mojokerto dalam mendorong kepada masyarakat akan pentingnya
pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui 3R mengingat pengelolaan
sampah ini harus bersinergi dengan semua elemen masyarakat. Partisipasi
masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan aspek terpenting untuk diperhatikan dalam sistem pengelolaan
sampah terpadu. Cohen dan Uphof (1997),
mengemukakan bahwa partisipasi masyarakat dalam suatu proses pembangun
terbagi empat tahap, yaitu: partisipasi pada
tahap perencanaan, partisipasi pada tahap pelaksanaan, partisipasi
pada tahap pemanfaatan hasil-hasil Pembangunan, dan partisipasi dalam tahap
pengawasan an monitoring. Paradigma TPA yang bau dan kotor
dalam pengelolaan sampahnya yang bertumpu pada pembuangan akhir sudah saatnya
ditinggalkan dan pola hidup masyarakat yang beranggapan sampah sebagai
sesuatu yang harus dibuang dan tidak ada nilai ekonomis harus diganti dengan
paradigma baru. Paradigma baru yang memandang TPA sebagai tempat yang indah
dan bersih dan tidak menimbulkan bau serta mempunyai nilai ekonomi dan di
manfaatkan , misalnya: untuk energi, kompos, pupuk, bahan baku industry serta
sarana rekreasi an edukasi keluarga untuk mengetahui macam-macam pengelolaan
sampah yang baik. Adapun sisi lain dari sampah yang
tidak selamanya negative. Kondisi tersebut terjadi di kota Mojokerto dengan
semakin bertambahnya timbunan sampah setiap tahun. Hal ini karea Kota
Mojokerto memiliki sistem yang baik dalam mengelola sampah, yaitu: seperti
macam-macam inovasi pengelolaan sampah di TPA Randegan Kota Mojokerto. Taman TPA yang berlokasi di
Randegan, Kelurahan Kendundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini jau
dari kata kumuh ataupun menjijikan . Terutama sejak di bangun taman di area
tersebut, yang dikenal Taman TPA Randegan. Tujuan Pembangunan taman tersebut
untuk merubah kesan negative dari TPA. Selain itu agar bisa digunakan sebagai
tempat wisata karena area wisata di Mojokerto sendiri masih kurang. Disamping
itu juga bisa sebagai tempat edukasi pengelolaan sampah yang baik. Jadi
pengunjung tidak hanya sekedar jalan-jalan saja, karena juga bisa belajar
cara mengelola sampah, seperti apa, mengenal jenis-jenis sampah, dsampah
dapat dibuat apa saja, dan lain-lain. |
|
Metode |
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif
kualitatif. Karena dengan cara ini dapat meneliti informan sebagai subyek
penelitian dalam lingkungan kesehariannya. Penelitian ini berlangsung dalam
situasi alamiah. Bersifat deskriptif karena data yang disajikan berupa narasi
cerita, penuturan informan, dokumen-dokumen pribadi seperti foto, catatan
pribadi dan hal lainnya yang tidak didominasi angka sebagaimana penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini tentu juga
melibatkan data dengan berbagai jenis. Dalam penelitian ini menggunakan
teknik purposive samping. Teknik ini adalah teknik sampling yang
digunakanoleh peneliti jika memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam
pengambilan sampelnya. Yang terpilih adalah orang-orang kunci (key person)
yang memiliki informan tema yang diteliti. Teknik pengumpulan data dalam proses
penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan wawancara, observasi, serta
dokumentasi.
Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan
Huberman dapat dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian
data,dan verifikasi.
Teknik keabsahan data juga diperlukan untuk upaya mengobjektifkan
hasil temuan. |
|
Hasil |
Implementasi kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah
terpadu melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 20 Ayat (1) Tentang
pengelolaan sampah sudah cukup baik. Hal ini terbukti dari inovasi yang
telah berhasil dilakukan dengan baik, yaitu: a)
Taman
TPA Randegan merupakan inovasi yang sangat menarik karena selain tempat wisaa
keluarga juga dapat belajar bagaimana mengelola sampah yang baik. b)
Inovasi
pengelolaan sampah basah, mengelola sampah rumah tangga dan membaginya
menjadi tiga macam hasil yaitu kompos, air lindi, dan biogas. Hasil dari
pengelolaan sampah sendiri dapat digunakan secara gratis bagi masyarakat yang
membutuhkan. c)
Inovasi
pengelolaan sampah kering terdapat 2 jenis penyalurannya, yaitu: melalui bank
sampah induk dan recycle gallery.
Keberhasilan dan dampak inovasi pengelolaan sampah di TPA Randegan
Kota Mojokerto terhadap warga Mojokerto, yaitu: a)
Adanya
tempat wisata dan edukasi yang menambah tempat wisata tersebut dapat membuat
warga dapat mengurangi volume sampah dengan belajar cara mengelola sampah
dengan baik. b)
Adanya
program penilaian kota yang bersih dan inovatif yang membuat kota Mojokerto
dapat julukan kota Adipura yang mengharumkan. c)
Menjadi
salah satu percontohan TPA bagi TPA diluar daerah.
Faktor penghambat dan pendukung yang ada pad efektivitas kinerja
pegawai dalam meningkatkan pelayanan percatatan perkawinan yang berkualitas.
Faktor penghambatnya: kurang memadainya sarana prasarana ynag
disediakan, kurangnya jumlah pegawai yang ada, dan terkadan masih tercium bau
tidak sedap.
Faktor pendukungnya: lingkungan kerja yang kondusif, motivasi kerja
yang tinggi, kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni serta disiplin kerja
yang tinggi. |
|
Diskusi |
Sebagai salah satu tanggungjawab pelayanan kepada masyarakat maka
pelayanan harus dilakukan sebaik dan seoptimal mungkin, sudah seharusnya
dilakukan peningkatan pelayanan dalam
pengelolaan sampah pada TPA Randegan Kota Mojokerto. Dengan harapan juga
mampu memberikan tingkat kepuasan kepada masyrakat dan mengurangi volume
sampah, mengelola sampah dengan baik dan memanfaatkan kembali menjadi sesuatu
yang lebih berharga. Adapun bebapa saran dari peneliti yang
diberikan: a)
Menghilangkan
bau sampah yang terkadang masih tercium oleh warga sekitar TPA. b)
Menambah
ruang istirahat pegawai dan menambah jumlah pegawai terutama bagian pemandu
pengunjung. c)
Membenarkan
letak struktur organisasi yang strategis. d)
Memperluas
area parkiran e)
Membuat
brosur yang up to date sebagai media
informasi bagi masyarakat tentang TPA Randegan dengan pengelolaan sampahnya. |







0 komentar:
Posting Komentar