Selasa, 19 September 2023

Essay 1. Psi Lingkungan_Meringkas Jurnal_Siti Syarifatussa'adah_21310410156_SP

 

    “ IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU ”
(Studi Kasus di  Taman Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan Kota Mojokerto)

 

Essay 1
 Psikologi Lingkungan

Siti Syarifatussa’adah
21310410156

 

Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA


Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

 

Topik

Pengelolaan Sampah, Inovasi Pengelolaan Sampah, Tempat Pembuangan Akhir Randegan Kota Mojokerto

Sumber

Fitri, R.F., Ati, N.U. & Suyeno. (2019). Implementasi kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah terpadu. Jurnal  respon publik, 13 (4), 2021, 12-18.

Permasalahan

         Sampah merupakan satu permasaalahan kompleks yang dihadapi, baik oleh negara berkembang maupun negara maju. Masalah sampah memang tidak ada habisnya. Permasalahan sampah sudah menjadi persoalan serius terutama di kota-kota besar, tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Negara-negara maju telah melakukan berbagai Upaya untuk masalah tersebut, begitupun bagi pemerintah daerah dimana persampahan merupakan masalah yang serius.

          Salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendorong kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui 3R mengingat pengelolaan sampah ini harus bersinergi  dengan elemen masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan aspek terpenting dalam sistem pengelolaan sampah secara terpadu.

Tujuan penelitian

Hasil penelitian secara keseluruhan Taman TPA Randegan Kota Mojokerto bertujuan untuk mengimplementasikan kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah yaitu dengan adanya program pengelolaan sampah basah dan sampah kering, taman dan edukasi yang diharapkan bisa menjadi tolak ukur dalam mengatasi masalah sampah.

 

Isi

          Indonesia berada di peringkat ke empat di dunia sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 bsebanyak 255.461.700 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduk tersebut akan meningkatkan laju konsumsi masyarakt yang diimbangi dengan pola hidup yang modern. Pola hidup yang semakin modern memberikan kontribusi jenis sampah yang semakin beragam, salah satunya sampah kemasan yang berbahaya dan sulit terurai oleh proses alam. Hal ini semakin bertambahnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat.  

          Pengelolaan sampah merupakan tantangan terbesar bagi Indonesia. Jumlah timbunan sampah yang mencapai 175.000 ton/hari atau setara dengan 64 juta ton/tahun memerlukan pola pengelolaan sampah yang tepat.      Pemerintah menetapkan berdasarkan mekanisme pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 20 Ayat (1) Tentang Pengelolaan Sampah dengan konsep 3R: Reduce, Reuse, dan Recycle.  Dengan konsep 3R ini bertujuan untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya, mengurangi pencemaran lingkungan, memberi manfaat kepada masyarakat, serta dapat mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.

           Salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam mendorong kepada masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar melalui 3R mengingat pengelolaan sampah ini harus bersinergi dengan semua elemen masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan aspek terpenting  untuk diperhatikan dalam sistem pengelolaan sampah terpadu.

           Cohen dan Uphof (1997), mengemukakan bahwa partisipasi masyarakat dalam suatu proses pembangun terbagi empat tahap, yaitu: partisipasi pada  tahap perencanaan, partisipasi pada tahap pelaksanaan, partisipasi pada tahap pemanfaatan hasil-hasil Pembangunan, dan partisipasi dalam tahap pengawasan an monitoring.

          Paradigma TPA yang bau dan kotor dalam pengelolaan sampahnya yang bertumpu pada pembuangan akhir sudah saatnya ditinggalkan dan pola hidup masyarakat yang beranggapan sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang dan tidak ada nilai ekonomis harus diganti dengan paradigma baru. Paradigma baru yang memandang TPA sebagai tempat yang indah dan bersih dan tidak menimbulkan bau serta mempunyai nilai ekonomi dan di manfaatkan , misalnya: untuk energi, kompos, pupuk, bahan baku industry serta sarana rekreasi an edukasi keluarga untuk mengetahui macam-macam pengelolaan sampah yang baik.

          Adapun sisi lain dari sampah yang tidak selamanya negative. Kondisi tersebut terjadi di kota Mojokerto dengan semakin bertambahnya timbunan sampah setiap tahun. Hal ini karea Kota Mojokerto memiliki sistem yang baik dalam mengelola sampah, yaitu: seperti macam-macam inovasi pengelolaan sampah di TPA Randegan Kota Mojokerto.

          Taman TPA yang berlokasi di Randegan, Kelurahan Kendundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini jau dari kata kumuh ataupun menjijikan . Terutama sejak di bangun taman di area tersebut, yang dikenal Taman TPA Randegan.

           Tujuan Pembangunan taman tersebut untuk merubah kesan negative dari TPA. Selain itu agar bisa digunakan sebagai tempat wisata karena area wisata di Mojokerto sendiri masih kurang. Disamping itu juga bisa sebagai tempat edukasi pengelolaan sampah yang baik. Jadi pengunjung tidak hanya sekedar jalan-jalan saja, karena juga bisa belajar cara mengelola sampah, seperti apa, mengenal jenis-jenis sampah, dsampah dapat dibuat apa saja, dan lain-lain.

Metode

        Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Karena dengan cara ini dapat meneliti informan sebagai subyek penelitian dalam lingkungan kesehariannya. Penelitian ini berlangsung dalam situasi alamiah. Bersifat deskriptif karena data yang disajikan berupa narasi cerita, penuturan informan, dokumen-dokumen pribadi seperti foto, catatan pribadi dan hal lainnya yang tidak didominasi angka sebagaimana penelitian  kuantitatif.

          Dalam penelitian ini tentu juga melibatkan data dengan berbagai jenis. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive samping. Teknik ini adalah teknik sampling yang digunakanoleh peneliti jika memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampelnya. Yang terpilih adalah orang-orang kunci (key person) yang memiliki informan tema yang diteliti.

         Teknik pengumpulan data dalam proses penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan wawancara, observasi, serta dokumentasi.

       Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dapat dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,dan verifikasi.

       Teknik keabsahan data juga diperlukan untuk upaya mengobjektifkan hasil temuan.

Hasil

        Implementasi kebijakan pemerintah dalam inovasi pengelolaan sampah terpadu melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 Pasal 20 Ayat (1) Tentang pengelolaan sampah sudah cukup baik.

Hal ini terbukti dari inovasi yang telah berhasil dilakukan dengan baik, yaitu:

a)    Taman TPA Randegan merupakan inovasi yang sangat menarik karena selain tempat wisaa keluarga juga dapat belajar bagaimana mengelola sampah yang baik.

b)    Inovasi pengelolaan sampah basah, mengelola sampah rumah tangga dan membaginya menjadi tiga macam hasil yaitu kompos, air lindi, dan biogas. Hasil dari pengelolaan sampah sendiri dapat digunakan secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

c)     Inovasi pengelolaan sampah kering terdapat 2 jenis penyalurannya, yaitu: melalui bank sampah induk dan recycle gallery.

       Keberhasilan dan dampak inovasi pengelolaan sampah di TPA Randegan Kota Mojokerto terhadap warga Mojokerto, yaitu:

a)    Adanya tempat wisata dan edukasi yang menambah tempat wisata tersebut dapat membuat warga dapat mengurangi volume sampah dengan belajar cara mengelola sampah dengan baik.

b)    Adanya program penilaian kota yang bersih dan inovatif yang membuat kota Mojokerto dapat julukan kota Adipura yang mengharumkan.

c)     Menjadi salah satu percontohan TPA bagi TPA diluar daerah.

 

       Faktor penghambat dan pendukung yang ada pad efektivitas kinerja pegawai dalam meningkatkan pelayanan percatatan  perkawinan yang berkualitas.

       Faktor penghambatnya: kurang memadainya sarana prasarana ynag disediakan, kurangnya jumlah pegawai yang ada, dan terkadan masih tercium bau tidak sedap.

       Faktor pendukungnya: lingkungan kerja yang kondusif, motivasi kerja yang tinggi, kemampuan sumber daya manusia yang mumpuni serta disiplin kerja yang tinggi.

Diskusi

        Sebagai salah satu tanggungjawab pelayanan kepada masyarakat maka pelayanan harus dilakukan sebaik dan seoptimal mungkin, sudah seharusnya dilakukan  peningkatan pelayanan dalam pengelolaan sampah pada TPA Randegan Kota Mojokerto. Dengan harapan juga mampu memberikan tingkat kepuasan kepada masyrakat dan mengurangi volume sampah, mengelola sampah dengan baik dan memanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Adapun bebapa saran dari peneliti yang diberikan:

a)    Menghilangkan bau sampah yang terkadang masih tercium oleh warga sekitar TPA.

b)    Menambah ruang istirahat pegawai dan menambah jumlah pegawai terutama bagian pemandu pengunjung.

c)     Membenarkan letak struktur organisasi yang strategis.

d)    Memperluas area parkiran

e)    Membuat brosur  yang up to date sebagai media informasi bagi masyarakat tentang TPA Randegan dengan pengelolaan sampahnya.

 

0 komentar:

Posting Komentar