Antisipasi Libur Lebaran, Jamin Keamanan dan Kenyamanan Warga
Kemiskinan dan Ketimpangan Akar Masalah Kejahatan Remaja
Tugas 1
Psikologi Sosial
Ilma Putri Andriasih
22310410059
Dosen Pengampu : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA, MA
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi ‘45 Yogyakarta
Topik | Pencegahan masalah kejahatan jalanan oleh Ketua Komisi A DPRD DIY untuk mengantisipasi kedatangan jutaan pemudik , serta penyebab terjadinya kejahatan remaja. |
Sumber | Utomo, K.S. (2023) Antisipasi Libur Lebaran,Jaminan Keamanan dan Kenyaman Warga : Kemiskinan dan Ketimpangan Akar Masalah Kejahatan Remaja. Jawa Pos. 7 April,hal.1 |
Ringkasan | >> Memasuki libur Lebaran, DIY selalu menjadi daerah perlintasan. mengantisipasi jutaan pemudik, Pemda DIY bersama Pemkab/Pemkot se-DIY diharapkan dapat memastikan keamanan bagi masyarakat. |
Ringkasan (Lanjutan) | >> Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY, Eko Suwanto mewanti - wanti aparat tidak perlu ragu - ragu jalankan tindakan tegas dan terukur saat terjadi aksi kejahatan jalanan walaupun pelakunya masih remaja. >> Khusus mencegah kejahatan jalanan yang melibatkan remaja ada beberapa regulasi yang dimiliki Pemda DIY yaitu, Perda DIY No.2 Tahun 2017 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat serta Perda DIY No.1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. menurut Eko, kedua perda perlu diimplementasikan dalam program dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD). >> “Akar masalah kejahatan jalanan oleh remaja adalah masih banyaknya kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan yang tinggi di DIY. Kemiskinan jadi pemicu segala hal kekerasan, perasaan tidak puas dan lain sebagainya “ >> Dosen Psikologi Universitas Mercu Buana Sri Mulianti Abdullah memaparkan faktor eksternal dan internal menjadi penyebab remaja bermasalah. Hadirnya lingkungan remaja yang buruk menciptakan perilaku kejahatan. Faktor internal karena remaja mengalami krisis identitas. >> Pencegahan kejahatan jalanan yang dilakukan remaja perlu dibuat peer counselor, online counseling dan satuan siber. Tujuannya menelisik program kenakalan remaja di media sosial. >> Kepala Subditbintibsos Ditbinmas Polda DIY AKBP Tri Novi purwaningsih mengatakan, hadirnya teknologi informasi telah menghadirkan masalah baru. Ada tantangan identitas remaja yang digempur serangan F-7 ( Fuel, Fashion, Food, Film, Fantasi , Filosofi dan Finansial ) >> Kecanduan gadget , kurangnya bersosialisasi dan kecenderungan serba instan. kurangnya mencintai budaya sendiri. Pengaruh budaya luar dan melupakan budaya tradisional yang dianggap ketinggalan zaman menjadi tantangan yang harus dihadapi remaja. |
Permasalahan | Orangtua kurang mampu mempengaruhi dan mengajarkan hal2 baik pada anaknya yang berusia remaja. Pengaruh teman sebaya yang negatif juga membuat remaja menjadi penjahat jalanan |
Opini Saya | >> Aparat setempat perlu melakukan penyuluhan tentang kejahatan jalanan yang dilakukan oleh remaja , menambah pengawasan serta tindakan keamanan apalagi di daerah tertentu yang notabene menjadi kawasan rawan terjadinya tindak kejahatan. >> Perlu diadakannya sosialisasi serta memberi pengertian dampak negatif dari tindak kejahatan, hukuman apa serta hal lain yang dapat merusak moral dan pemicu tindak kejahatan. >>Tindak pengawasan orang tua yang merupakan faktor internal keluarga juga perlu ditingkatkan untuk meminimalisir remaja melakukan tindakan diluar dari usianya , serta pengontrolan dari orang tua untuk segala hal yang berpengaruh buruk terhadap remaja termasuk dalam teknologi informasi. >> Seharusnya pelaku kejahatan jalanan diberikan hukuman atau tindak pidana yang setimpal, dikarenakan tindakan tersebut sangat mengkhawatirkan dan merugikan bagi pelaku, korban, maupun warga sekitar,agar pelaku jera dan tidak mengulanginya. |
Lampiran :






0 komentar:
Posting Komentar