UTS Psikologi Lingkungan
Chony Babys
23310420002
Dosen pengampu : Dr.,Dra.Arundati Shinta,MA
Hubungan persepsi dan perilaku manusia mengenai
sampah
Pendahuluan
Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari
manusia yang terjadi pada skala rumah tangga sampai yang lebih besar lagi
seperti pabrik. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh
dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah rumah
tangga (UU no 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Pengelolaan sampah
berbasis masyarakat adalah pelibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan
pengelolaan sampah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan
evaluasi. Sampah kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup di
Indonesia. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar
250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah
Pembahasan
Persepsi individu tentang sampah bisa
sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti latar belakang
budaya, pendidikan, nilai-nilai pribadi, dan pengalaman pribadi. Persepsi
individu tentang sampah juga dapat berubah seiring waktu, terutama jika
individu tersebut terpapar pada informasi baru atau pengalaman yang memengaruhi
pandangan mereka. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran
masyarakat dan menyediakan pendidikan yang lebih baik tentang masalah sampah
agar individu dapat mengambil tindakan yang lebih berkelanjutan terkait dengan
sampah. Bagi beberapa individu, sampah mungkin lebih dilihat sebagai masalah
sosial. Mereka mungkin mengaitkannya dengan isu-isu seperti ketidaksetaraan
ekonomi, pekerjaan informal, atau ketidakmampuan sistem pengelolaan sampah
untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.
Orang-orang yang peduli terhadap
lingkungan mungkin memiliki persepsi positif tentang sampah karena mereka
melihatnya sebagai peluang untuk mendaur ulang dan mengurangi limbah. Mereka
dapat melihat sampah sebagai sumber potensial untuk mengurangi konsumsi sumber
daya alam. Sedangkan Perasaan jijik
terhadap sampah adalah reaksi emosional yang muncul ketika seseorang merasa
tidak nyaman atau terganggu oleh keberadaan sampah. Beberapa faktor yang dapat
menyebabkan orang merasa jijik terhadap sampah meliputi:
1. Aroma tak sedap
Bau yang Tidak Sedap adalah Salah satu
faktor utama yang dapat menyebabkan perasaan jijik terhadap sampah adalah bau
yang tidak sedap yang seringkali terkait dengan sampah yang membusuk. Bau ini
dapat memicu reaksi jijik karena bau yang busuk dianggap sebagai tanda bahaya
atau keberadaan mikroorganisme yang mungkin dapat menyebabkan penyakit.
2. ketidaknyamanan
visual
Penampilan yang Tidak Menyenangkan Sampah
yang berserakan atau terlihat kotor dan berantakan dapat memicu perasaan jijik.
Penampilan sampah yang buruk dapat dianggap sebagai ancaman terhadap kebersihan
dan kesehatan. seringkali terkaitkan sampah dengan potensi risiko kesehatan.
Sampah yang dibiarkan terbuka atau tidak dielola dengan baik dapat menjadi
tempat berkembang biaknya organisme penyebab penyakit, seperti bakteri dan
serangga.
Perasaan jijik terhadap sampah adalah reaksi
emosional yang alami dan berfungsi sebagai mekanisme perlindungan. Ini dapat
mendorong individu untuk menghindari potensi ancaman terkait dengan sampah,
seperti risiko kesehatan. Oleh karena itu, perasaan jijik ini dapat menjadi
pemicu untuk tindakan yang bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Kesimpulan
Sikap positif dalam persepsi tentang sampah
timbul dari pengetahuan betapa pentingnya pengelolaan sampah dan bahayanya
terhadap lingkungan. Dalam mengubah persepsi masyarakat ini salah satunya
melalui budaya mengurangi sampah di sumbernya yaitu di rumah tangga. Artinya
sampah dipilah menurut jenisnya, dan masyarakat perlu memerhatikan pengelolaan sampah dilingkungannya agar tidak mencemari lingkungan hidupnya dan juga
tidak menimbulkan dampak negatif terhadap wilayah lain. Tetapi sebelum itu persepsi
masyarakat terhadap sampah
juga perlu dirubah,
agar masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan
sampah, karena bagaimana pun ketika masyarakat tidak memiliki kepedulian
mengenai pengelolaan sampah
dan membiarkan sampah dibuang disemberang tempat, hal itu akan
menjadikan lingkungan itu tidak
Daftar pustaka
Effendi Masitah.
2022. “Persepsi Perilaku Kesehatan Pekerja Pengangkut Sampah Pada Masa New
Normal Di Surabaya”. The Sociology of Islam, 5 (1):54-68.
Asmara, B. H., & Kurniawan, A. (n.d.). Persepsi masyarakat terhadap
sampahdan pengelolaan sampah di Kabupaten Karanganyar.







0 komentar:
Posting Komentar