Kamis, 02 November 2023

Essay UTS Chony Babys "Hubungan persepsi dan perilaku manusia mengenai sampah"

UTS Psikologi Lingkungan

Chony Babys

23310420002

Dosen pengampu : Dr.,Dra.Arundati Shinta,MA

 

Hubungan persepsi dan perilaku manusia mengenai sampah



Pendahuluan

      Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia yang terjadi pada skala rumah tangga sampai yang lebih besar lagi seperti pabrik. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah rumah tangga (UU no 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah pelibatan masyarakat secara aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Sampah kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan hidup di Indonesia. Bila tidak dikelola dengan baik, beberapa tahun mendatang sekitar 250 juta rakyat Indonesia akan hidup bersama tumpukan sampah

Pembahasan

     Persepsi individu tentang sampah bisa sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti latar belakang budaya, pendidikan, nilai-nilai pribadi, dan pengalaman pribadi. Persepsi individu tentang sampah juga dapat berubah seiring waktu, terutama jika individu tersebut terpapar pada informasi baru atau pengalaman yang memengaruhi pandangan mereka. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan menyediakan pendidikan yang lebih baik tentang masalah sampah agar individu dapat mengambil tindakan yang lebih berkelanjutan terkait dengan sampah. Bagi beberapa individu, sampah mungkin lebih dilihat sebagai masalah sosial. Mereka mungkin mengaitkannya dengan isu-isu seperti ketidaksetaraan ekonomi, pekerjaan informal, atau ketidakmampuan sistem pengelolaan sampah untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

     Orang-orang yang peduli terhadap lingkungan mungkin memiliki persepsi positif tentang sampah karena mereka melihatnya sebagai peluang untuk mendaur ulang dan mengurangi limbah. Mereka dapat melihat sampah sebagai sumber potensial untuk mengurangi konsumsi sumber daya alam.   Sedangkan Perasaan jijik terhadap sampah adalah reaksi emosional yang muncul ketika seseorang merasa tidak nyaman atau terganggu oleh keberadaan sampah. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang merasa jijik terhadap sampah meliputi:  

1.            Aroma tak sedap

      Bau yang Tidak Sedap adalah Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan perasaan jijik terhadap sampah adalah bau yang tidak sedap yang seringkali terkait dengan sampah yang membusuk. Bau ini dapat memicu reaksi jijik karena bau yang busuk dianggap sebagai tanda bahaya atau keberadaan mikroorganisme yang mungkin dapat menyebabkan penyakit.

 2.  ketidaknyamanan visual

     Penampilan yang Tidak Menyenangkan Sampah yang berserakan atau terlihat kotor dan berantakan dapat memicu perasaan jijik. Penampilan sampah yang buruk dapat dianggap sebagai ancaman terhadap kebersihan dan kesehatan. seringkali terkaitkan sampah dengan potensi risiko kesehatan. Sampah yang dibiarkan terbuka atau tidak dielola dengan baik dapat menjadi tempat berkembang biaknya organisme penyebab penyakit, seperti bakteri dan serangga.               

  Perasaan jijik terhadap sampah adalah reaksi emosional yang alami dan berfungsi sebagai mekanisme perlindungan. Ini dapat mendorong individu untuk menghindari potensi ancaman terkait dengan sampah, seperti risiko kesehatan. Oleh karena itu, perasaan jijik ini dapat menjadi pemicu untuk tindakan yang bertujuan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. 

Kesimpulan

     Sikap positif dalam persepsi tentang sampah timbul dari pengetahuan betapa pentingnya pengelolaan sampah dan bahayanya terhadap lingkungan. Dalam mengubah persepsi masyarakat ini salah satunya melalui budaya mengurangi sampah di sumbernya yaitu di rumah tangga. Artinya sampah dipilah menurut jenisnya, dan masyarakat perlu memerhatikan  pengelolaan sampah  dilingkungannya agar  tidak mencemari lingkungan hidupnya dan juga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap wilayah lain. Tetapi sebelum itu  persepsi  masyarakat  terhadap  sampah  juga  perlu  dirubah,  agar masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah, karena bagaimana pun ketika masyarakat tidak memiliki  kepedulian  mengenai  pengelolaan  sampah  dan membiarkan sampah dibuang disemberang tempat, hal itu akan menjadikan lingkungan itu tidak

Daftar pustaka

Effendi Masitah. 2022. “Persepsi Perilaku Kesehatan Pekerja Pengangkut Sampah Pada Masa New Normal Di Surabaya”. The Sociology of Islam, 5 (1):54-68.

Asmara, B. H., & Kurniawan, A. (n.d.). Persepsi masyarakat terhadap sampahdan pengelolaan sampah di Kabupaten Karanganyar.

0 komentar:

Posting Komentar