Kamis, 02 November 2023

ESSAY UTS PSI LINGKUNGAN NURUL ARI HIDAYAH 21310410173

 

Persepsi Terhadap Lingkungan

 Psikologi Lingkungan UTS

Membuat Tulisan Untuk Ujian MID

 Dosen Pengampu : Dr., Dra. Arundati Shinta MA

  

                                                           

Nama : Nurul Ari Hidayah

NIM : 21310410173

  

Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

 

Sampah adalah setiap bahan/ material yang untuk sementara tidak dapat dipergunakan lagi dan harus dibuang atau dimusnahkan (Dainur,1992:44). Akibat dari permasalahan sampah di Yogyakarta, tumpukan sampah menumpuk di mana-mana, termasuk pada kawasan wisata. Banyak sampah berserakan dan tidak terurus di pinggir jalan. Jika pergi berjalan-jalan di Yogyakarta, akan banyak dijumpai tumpukan plastik berisi sampah rumah tangga yang tidak terurus di trotoar atau sudut bangunan.

Masyarakat harus secara mandiri mulai mengolah dan mengelola sampahnya sendiri, baik di tingkat rumah tangga sampai ke tingkat komunitas. Salah satu tantangan utama adalah kurangnya layanan pengumpulan dan pembuangan limbah yang memadai. Dari masalah ini dapat dipahami bahwa, perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan dimungkinkan juga karena kurangnya akses masyarakat terhadap kebersihan sampah. Masalah ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk program yang nyata dalam upaya pencegahan dan pembersihan sampah yang lebih efektif, untuk mempromosikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Faktor biaya layanan juga merupakan hal yang dapat dipertimbangkan dalam pengelolaan sampah. Retribusi sampah seharusnya merupakan sumber daya yang dapat digunakan untuk meningkatkan layanan atau infrastruktur pengelolaan sampah.Salah satu program penanganan masalah persampahan adalah melalui program 3R, yaitu reduce atau mengurangi jumlah sampah, recycle atau mendaur ulang sampah, dan reuse atau memanfaatkan kembali sampah.

1. Reduce (Mengurangi)

Untuk menghindari pembelian barang yang berpotensi menghasilkan banyak sampah, menghindari barang sekali pakai, menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill), atau mengurangi pemakaian kantong plastic dengan membawa tas sendiri saat berbelanja.

2. Reuse (penggunaan Kembali)

Barang yang dianggap sampah dari kegiatan pertama, sebenarnya dapat berguna untuk kegiatan berikutnya, baik untuk fungsi yang sama maupun berbeda. Misalnya,  menggunakan lagi kertas bekas untuk membungkus kado atau membuat amplop. Hal ini dapat memperpanjang umur dan waktu pemakaian barang sebelum ketempat sampah.

3. Recycle (mendaur ulang)

Usaha ini dilakukan dengan mengubah barang bekas menjadi benda lain yang berguna dan layak pakai. Misalnya mengubah botol, gelas plastik, dan kaleng biscuit menjadi vas bunga. Implementasi prinsip 3R yang mulai banyak dilakukan masyarakat adalah  mendaur ulang sampah dan berupaya menghimpun kegiatan yang dapat memanfaatkan sampah untuk didaur ulang. Proses daur ulang sampah membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai, terutama tempat penampungan atau pengelolaan yang tertata secara sedemikian rupa. Demikian sampah dapat dipilah dengan mudah untuk bahan daur ulang (Suryati, 2009).

Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) belum diterapkan dengan baik dan sampah masih tinggi. Penelitian Mulasari (2014) menyatakan bahwa banyaknya TPS ilegal kemungkinan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap lingkungan. Pengetahuan dan sikap yang buruk ini juga menyebabkan pengelolaan sampah yang buruk.

   

Daftar Pustaka

 Dainur. Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Widya Medika. Cetakan             ke-1. Jakarta. 1992.

Suryati, T. 2009. Bijak Dan Cerdas Mengolah Sampah. Jakarta: PT. Agromedia             Pustaka.

Suryati, T. 2009. Bijak Dan Cerdas Mengolah Sampah. Jakarta: PT. Agromedia             Pustaka

Mulasari, S.A., Sulistyawati, 2014. Keberadaan TPS Legal dan TPS Ilegal di             Kecamatan Godean Kabupaten Sleman. Jurnal Kemas. 9 (2) :122-130

 

 

0 komentar:

Posting Komentar