|
Topik |
Krisis identitas seorang remaja
dalam menghadapi kelompok sosial di sekolahnya. |
|
Sumber |
Easy A – 1 : 32 : 30 https://www.youtube.com/watch?v=qubeLrP6P6g |
|
Ringkasan |
~
Seorang
remaja bernama Olive Penderghast adalah seorang remaja yang cantik, cerdas,
dan berasal dari keluarga yang harmonis. Dalam budaya Amerika, periode remaja
dipandang sebagai masa “storm & stress”, frustrasi dan penderitaan,
konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan
terhadap (tersisihkan)dari kehidupan sosial budaya orang dewasa (Pikunas
dalam Dahlan, 2008). ~
Seperti
yang diceritakan dalam film Easy A ini. Olive Penderghast mengalami krisis
identitas, dimana ia sedang berusaha menunjukkan ‘siapa diriku dan apa
passion hidupku’. Olive memulai kebohongannya ketika hendak menghindari acara
keluarga sahabatnya dengan mengatakan akan berkencan dengan pria kuliahan.
Kemudian ceritapun beredar di sekolah bahwa Olive adalah perempuan yang bisa
dibayar untuk melakukan sex dengan siapapun. Padahal Olive meng-iya-kan
berita tersebut untuk menjaga reputasi beberapa rekan prianya.
Kebohongan-kebohongan tersebut antara lain, Olive berpura-pura telah
melakukan hubungan sex dengan seorang temannya yang homo. Ada juga yang
mengaku telah bercinta dengan Olive berkali-kali agar gadis-gadis di sekolah
menyukainya. Kebohongan yang paling parah adalah Olive terpaksa mengakui
telah menularkan penyakit kelamin terhadap salah satu teman sekolahnya,
padahal temannya tersebut ditulari oleh guru pembimbingnya yang telah
menikah. ~
Tentu
saja beberapa kebohongan tersebut membuat Olive dibenci, dihujat, bahkan
dikucilkan. Sebetulnya Olive gadis baik-baik yang masih perawan. Namun image
‘nakal’ yang melekat pada dirinya yang telah membuatnya populer,
lama-kelamaan membuatnya terpuruk. ~
Akhirnya
Olive memutuskan untuk menyudahi kebohongan tersebut. Olive meminta
rekan-rekannya yang telah ia bantu, mau mengakui kebohongan tersebut dan
mengembalikan reputasinya kembali. Selain itu Olive melakukan siaran langsung
yang disaksikan oleh semua warga sekolahnya dan menceritakan hal yang
sebenarnya. Dengan mengakhiri kebohongan-kebohongan tersebut, Olive kembali
menjadi gadis biasa dan memulai kehidupan remajanya yang baru. Beruntung
orangtua Olive tidak pernah menghakiminya, selalu percaya dan mendukung semua
keputusan putrinya. Olive telah belajar dari kesalahan dan mampu mengatasi
masalah dalam kehidupan remajanya. |
|
Permasalahan |
Sejatinya setiap remaja akan
mengalami ‘pertempuran’ dalam kehidupan sosialnya, salah satunya adalah dengan
krisis identitas. Krisis identitas pada remaja bisa berakibat fatal jika
lingkungan terdekatnya tidak memahami atau bahkan hanya bisa menghakimi atas
krisis yang dialami remaja. |
|
Opini Saya |
Ø
Krisis
identitas pada remaja merupakan pergolakan emosional anak-anak yang sedang
bersiap memasuki masa dewasa. Ø Lingkungan terdekat remaja, yaitu keluarga perlu tahu
bahwa 1.
Anak
remaja harus mampu melepaskan ‘beban’ yang tertahan di pikirannya terlebih
dahulu. 2.
Dampingi
remaja saat ia sedang mengungkapkan ide dan pendapatnya, beri arahan agar
tidak keluar jalur atau overthinking. 3.
Arahkan
remaja agar bergabung dalam kegiatan sosial, menekuni hobi, atau ikut
komunitas tertentu sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 4.
Berhenti
menghakimi remaja atas kesalahan yang dibuatnya. Dampingi mereka agar mampu
mengatasi problematika kehidupan sosialnya. Ø
Sebagai
ibu dari seorang remaja putri, film Easy A ini sangat mengilhami saya.
Meskipun film Amerika dengan budaya yang sangat berbeda dengan di Indonesia,
namun inti dari film ini cukup membuat saya introspeksi diri. Bagaimana sikap
saya selama ini terhadap putri saya, dukungan apa yang belum saya berikan
untuknya, dan apakah saya terlalu sering menghakiminya. |
Lampiran poster film :








0 komentar:
Posting Komentar