Sabtu, 15 April 2023

MERINGKAS FILM YOUTUBE DAN OPINI SAYA TENTANG SEORANG REMAJA YANG MENGALAMI KRISIS IDENTITAS

EASY A (2010) 
Essay 2 
Psikologi Sosial 
Diana Widiastuti 
22310410034 
Dosen Pengampu : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA MA 
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta





Topik

Krisis identitas seorang remaja dalam menghadapi kelompok sosial di sekolahnya.

Sumber

Easy A – 1 : 32 : 30

https://www.youtube.com/watch?v=qubeLrP6P6g

Ringkasan

~     Seorang remaja bernama Olive Penderghast adalah seorang remaja yang cantik, cerdas, dan berasal dari keluarga yang harmonis. Dalam budaya Amerika, periode remaja dipandang sebagai masa “storm & stress”, frustrasi dan penderitaan, konflik dan krisis penyesuaian, mimpi dan melamun tentang cinta, dan perasaan terhadap (tersisihkan)dari kehidupan sosial budaya orang dewasa (Pikunas dalam Dahlan, 2008).

~     Seperti yang diceritakan dalam film Easy A ini. Olive Penderghast mengalami krisis identitas, dimana ia sedang berusaha menunjukkan ‘siapa diriku dan apa passion hidupku’. Olive memulai kebohongannya ketika hendak menghindari acara keluarga sahabatnya dengan mengatakan akan berkencan dengan pria kuliahan. Kemudian ceritapun beredar di sekolah bahwa Olive adalah perempuan yang bisa dibayar untuk melakukan sex dengan siapapun. Padahal Olive meng-iya-kan berita tersebut untuk menjaga reputasi beberapa rekan prianya. Kebohongan-kebohongan tersebut antara lain, Olive berpura-pura telah melakukan hubungan sex dengan seorang temannya yang homo. Ada juga yang mengaku telah bercinta dengan Olive berkali-kali agar gadis-gadis di sekolah menyukainya. Kebohongan yang paling parah adalah Olive terpaksa mengakui telah menularkan penyakit kelamin terhadap salah satu teman sekolahnya, padahal temannya tersebut ditulari oleh guru pembimbingnya yang telah menikah.

~     Tentu saja beberapa kebohongan tersebut membuat Olive dibenci, dihujat, bahkan dikucilkan. Sebetulnya Olive gadis baik-baik yang masih perawan. Namun image ‘nakal’ yang melekat pada dirinya yang telah membuatnya populer, lama-kelamaan membuatnya terpuruk.

~     Akhirnya Olive memutuskan untuk menyudahi kebohongan tersebut. Olive meminta rekan-rekannya yang telah ia bantu, mau mengakui kebohongan tersebut dan mengembalikan reputasinya kembali. Selain itu Olive melakukan siaran langsung yang disaksikan oleh semua warga sekolahnya dan menceritakan hal yang sebenarnya. Dengan mengakhiri kebohongan-kebohongan tersebut, Olive kembali menjadi gadis biasa dan memulai kehidupan remajanya yang baru. Beruntung orangtua Olive tidak pernah menghakiminya, selalu percaya dan mendukung semua keputusan putrinya. Olive telah belajar dari kesalahan dan mampu mengatasi masalah dalam kehidupan remajanya.

Permasalahan

Sejatinya setiap remaja akan mengalami ‘pertempuran’ dalam kehidupan sosialnya, salah satunya adalah dengan krisis identitas. Krisis identitas pada remaja bisa berakibat fatal jika lingkungan terdekatnya tidak memahami atau bahkan hanya bisa menghakimi atas krisis yang dialami remaja.

Opini Saya

Ø Krisis identitas pada remaja merupakan pergolakan emosional anak-anak yang sedang bersiap memasuki masa dewasa.

Ø Lingkungan terdekat remaja, yaitu keluarga perlu tahu bahwa

1.   Anak remaja harus mampu melepaskan ‘beban’ yang tertahan di pikirannya terlebih dahulu.

2.   Dampingi remaja saat ia sedang mengungkapkan ide dan pendapatnya, beri arahan agar tidak keluar jalur atau overthinking.

3.   Arahkan remaja agar bergabung dalam kegiatan sosial, menekuni hobi, atau ikut komunitas tertentu sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

4.   Berhenti menghakimi remaja atas kesalahan yang dibuatnya. Dampingi mereka agar mampu mengatasi problematika kehidupan sosialnya.

Ø Sebagai ibu dari seorang remaja putri, film Easy A ini sangat mengilhami saya. Meskipun film Amerika dengan budaya yang sangat berbeda dengan di Indonesia, namun inti dari film ini cukup membuat saya introspeksi diri. Bagaimana sikap saya selama ini terhadap putri saya, dukungan apa yang belum saya berikan untuknya, dan apakah saya terlalu sering menghakiminya.


Lampiran poster film : 



0 komentar:

Posting Komentar