KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN AKAR MASALAH KEJAHATAN REMAJA
Tugas 1
Psikologi Sosial
Ken Gelis Widiahapsari
22310410063
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, MA
Fakultas Psikologi Universitas
Proklamasi 45 Yogyakarta
|
Topik |
Antisipasi libur lebaran, jamin
keamanan dan kenyamanan warga dengan menjalankan regulasi Pemda DIY |
|
Sumber |
Kusno, S. Utomo. (2023). Antisipasi
Libur Lebaran Jamin Keamanan dan Kenyamanan Warga. Radar Jogja. 6
April, hal. 11. |
|
Ringkasan |
Memasukinya libur lebaran DIY
selalu menjadi daerah perlintasan, sekaligus destinasi mudik dari berbagai
daerah. Tahun ini diperkirakan pengalaman sebelumnya juga akan kembali
terulang mengantisipasi kedatangan jutaan pemudik,Pemda DIY bersama
Pemkab/Pemkot se-DIY diharapkan dapat memastikan keamanan bagi masyarakat |
|
Ringkasan lanjutan |
Rasa aman dan rasa kenyamanan
masyarakat harus dijaga. Jangan ada aksi kejahatan soal penegakan hukum
aparat tidak perlu ragu ragu menjalankan tindakan tegas dan terukur saat
terjadinya aksi kejahatan jalan,siapa jaga yang terlihat menjadi tersangka
harus di proses biar pun pelakunya adalah kalangan dari anak usia remaja.
Menjaga moralitas remaja DIY melalui implementasi pendidikan Pancasila
merupakan tantangan dan peluang khususnya terkait libur lebaran dan kejahatan
jalanan yang melibatkan anak usia remaja. Untuk mengurangi resiko kejatahan
jalanan yang pelakunya melibatkan remaja agar tidak berkembang lebih jauh,DIY
sudah memiliki instrumen pencegahan dan regulasi yang dimiliki Pemda DIY |
|
Permasalahan |
Tidak asing lagi bagi masyarakat
maupun warga Yogyakarta dengan nama geng motor di anggotai oleh remaja yang
di sebut klithih singkatan dari "keliling golek gethih" yang
artinya keliling cari darah. Dengan adanya regulasi dari Pemda DIY dapat
menurunkan resiko dari akibat yang akan diperbuat oleh aksi geng motor ini.
Ketua DPC PDI Perjuangan Daerah kota Jogjakarta juga mengingatkan langkah
pencegahan penting untuk dilakukan. Diingatkan remaja perlu memerlukan porsi
proses belajar Pancasila,metode formal,dan informal ternyata tidak cukup
ampuh untuk mencegah, faktanya masih saja terjadi kejahatan di kalangan
remaja Akar permasalahannya kejahatan yang
dilakukan oleh remaja karena masih adanya kemiskinan, pengangguran,dan
ketimpangan sosial yang tinggi di DIY,faktor lingkungan internal dan
eksternal juga cukup mempengaruhi penyebab remaja bermasalah yang membuat
mereka krisis dengan identitas diri, selanjutnya adanya kontrol diri lemah,
kondisi kemiskinan memicu remaja melalui tindakan kriminalitas, berikutnya
yaitu ada kebutuhan pengakuan yang salah dari kelompok tersebut,dan yang
terakhir karena pengaruh kecanduan dan pengaruh negatif dari gadget |
|
Opini |
Menyadarkan para remaja yang ikut
tersandung di dalam geng motor yang meresahkan warga tidak dapat disembuhkan
dengan proses belajar Pancasila karena akan sangat sulit dan tidak cukup
untuk meredakan kejahatan dikalangan remaja tersebut Remaja yang ikut didalam geng ini
atau kelompok ini, bertujuan mencari sensasi ingin di kenal dan ingin di
anggap keren oleh kalangan remaja lainya. Faktor ekonomi yang rendah cukup
besar berdampak pada kriminalitas karena hidup tidak menemukan kesejahteraan.
Kontrol diri yang lemah,menahan diri untuk tidak bergabung kedalam dunia
kejahatan sangatlah sulit bagi anak remaja jaman sekarang karena sudah
dianggap biasa jika sudah melakukan tindakan kejahatan dan jika ada peluang
mereka tidak segan segan mencari masalah baru. Adanya keharusan untuk di
terima dan diakui menjadi teman ataupun bergabung untuk menjadi komunitas.
Pola asuh yang salah dan karena pengaruh buruk media sosial Tindakan kejahatan seperti ini
sepertinya akan berkurang jika sudah merasakan tinggal bertahun tahun didalam
jerusi besi karena dengan pembelajaran media Pancasila, ideologi bahkan
metode formal dan informal sekalipun tidak akan bisa kuret tuntas kejahatan
ini |
Lampiran:






0 komentar:
Posting Komentar