Rabu, 27 Desember 2023

Esai UAS Psikologi Lingkungan Siti Syarifatussa'adah (21310410156)

 

 ESAI UAS: Siti Syarifatussa’adah Psikologi Lingkungan SP (Rabu, 27/12/2023)

 

“Hubungan antara Persepsi dengan Perilaku Pembangkangan Aturan UU No 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah serta Mengenai Seluk Beluk Sampah yang Menerapkan  Aspek Persampahan”

 


Nama                           : Siti Syarifatussa’adah
NIM                             : 21310410156
Kelas                            : Psikologi SP
Mata Kuliah                  : Psikologi Lingkungan
Dosen Pengampu          : Dr. Dra. Arundati Shinta, M.A

 

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

            Saat ini, banyak perkotaan besar di Indonesia yang mengalami masalah serius akibat penumpukan sampah  yang berlebihan. Meskipun Pemerintah Daerah telah berupaya untuk meminimalisir peningkatan jumlah sampah dengan cara mendirikan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), tetapi upaya tersebut tak kunjung ada perubahan. Jumlah sampah terus mengalami peningkatan karena sistem pengolahannya hanya dengan di tumpuk di TPA dan TPST begitu saja. tanpa berfikir panjang bagaimana dampak negatif dari perilakunya tersebut. Semakin meningkatnya populasi penduduk, maka semakin meningkat pula sampah yang dihasilkan. Seiring berjalannya waktu TPA dan TPST pun akan semakin padat dan kekurangan tempat untuk menampung sampah-sampah berikutnya. Meskipun berbagai upaya mengatasi masalah lingkungan tersebut, tetapi hal yang terpenting adalah kesadaran diri setiap individu untuk peduli terhadap lingkungan serta memikirkan dampak negatifnya.

            Untuk mengatur perilaku masyarakat agar peduli terhadap lingkungan serta mau mengolah sampah secara ramah lingkungan, maka perlu adanya  kebijakan. Peraturan Daerah (PERDA) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah setempat berupa Peraturan Tentang Pengolahan Sampah, hal ini merupakan sebuah penjabaran dari UU No.18 Tahun 2008 yang merupakan sebagai upaya nyata dari niat pemerintah untuk mengelola sampah dengan baik. Sampah jika  dikelola dengan baik banyak sekali manfaatnya seperti mengurangi polusi lingkungan, menciptakan  dan bernilai ekonomi. Ironisnya masyarakat enggan melaksanakan perintah dari Undang-Undang tersebut. Dari aspek sosial budaya, pembangkangan masyarakat tersebut dapat dijelaskan melalui persepsi masyarakat terhadap perilaku mereka. Psikologi lingkungan dituntut untuk dapat menjelaskan apa hubungan antara persepsi dengan perilaku individu yang sering membangkang  atas kebijakan tentang Pengolahan Sampah pada UU No. 18 Tahun 2008.

            Persepsi merupakan aspek psikologis yang penting bagi setiap individu dalam merespon berbagai aspek dan gejala disekitarnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005), persepsi adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari sesuatu dan merupakan proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Menurut Moskowitz dan Orgel (1969) dalam Aghista (2008) bahwa persepsi merupakan proses integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya..
Persepsi individu  terhadap peraturan UU No. 18 Tahun 2008  dapat dipengaruhi berbagai faktor, yakni apa manfaat dari kebijakan tersebut, penilaian terhadap dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, serta tingkat keterlibatan masyarakat dalam  proses pembuatan kebijakan. Dalam hal ini persepsi yang positif terhadap kebijakan tersebut adalah faktor paling utama dalam menentukan pendukung dalam implementasinya. Jadi, perilaku pembangkangan individu terhadap pemberlakuan kebijakan dapat dipicu karena ketidaksetujuan terhadap aturannya, kurangnya dalam memahami maksud dari peraturan, serta keterbatasan sumber daya sehingga tidak sanggup untuk mematuhi aturan tersebut. Penjelasan tentang seluk beluk persampahan dapat dijelaskan dengan 5 aspek, yakni peraturan, Lembaga, keuangan, sosial budaya, dan teknologi.

            Pembangkangan masyarakat dapat dijelaskan dengan aspek sosial budaya. Dalam aspek sosial budaya jika kebijakan dalam peraturan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai  atau norma yang berlaku dalam masyarakat, maka kemungkinan perilaku pembangkangan sulit diatasi bahkan meningkat. Dalam aspek Lembaga, sebagai contoh adalah Perusahaan Unilever yang membantu Pemerintah Daerah dan juga mendorong masyarakat  untuk peduli dengan sampah melalui pembinaan bank sampah. Berikut penjelasan tentang peranan unilever terhadap pembinaan bank sampah di masyarakat melalui Piramida Caroll:


Sumber: 
https://thecsrjournal.in/understanding-the-four-levels-of-csr/

 

1.     Tanggung Jawab Ekonomi
Unilever menyediakan fasilitas dan dana terhadap bank sampah yang ada disekitar perusahaan. Seperti tujuan bisnisnya yaitu saling menguntungkan.

2.     Tanggung Jawab Hukum
Unilever mematuhi aturan hukum tentang Pengelolaan Sampah. Sejalan dengan tanggung jawab perusahaaan yang wajib mematuhi legal perusahaan.

3.     Tanggung Jawab Etika
Unilever  menerapkan etika yang baik dalam bisnisnya. Contohnya ikut membantu dalam pembinaan bank sampah di masyarakat.

4.     Philanthropic
Secara sukarela membantu dalam pembinaan bank sampah di masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap lingkungan masyarakat.

            Kesimpulannya bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap UU No. 18 Tahun 2008  tentang Pengolahan Sampah dapat mempengaruhi perilaku terkait pembangkangan aturan. Selain itu , pemahaman terhadap  seluk-beluk aspek persampahan dapat menjadi sebuah kunci bagaimana dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kebijakan peraturan tersebut.

 

Daftar Pustaka:
Kospa, H.S.D. (2018). Kajian Persepsi dan Perilaku Masyarakat Terhadap Air Sungai. Jurnal Tekno Global Vol 7 (1).

Nggeboe, F. (2016). Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah: Perspektif Penerapan Sanksi dan Peraturan Daerah. Jurnal Hukum PRIORIS Vol 5 (3).

Nugraha, A., Sutjahjo, S.H., & Amin, A.A. (2018). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Bank Sampah di Jakarta Selatan. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 8 (1).

Safitri, D., dkk (2023). Analisa Corporate Social Responsibility pada PT Unilever Indonesia pada Bisnis Internasional di Indonesia. Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Vol 2 (2).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 komentar:

Posting Komentar