HUBUNGAN PERSEPSI DENGAN PERILAKU MASYARAKAT PEMBANGKANG
TERHADAP UU NO.18 TAHUN 2008 TENTANG PENGOLAHAN SAMPAH
Disusun Oleh :
Elia Putri Utami (22310410111)
Dosen Pengampu :
Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA MA
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Arti persepsi merupakan
proses kognitif kompleks yang menghasilkan gambaran dunia yang unik, yang
mungkin agak berbeda dari realita. Persepsi tidak hanya tergantung pada
rangsangan dalam bentuk fisik, tetapi juga tergantung pada rangsangan yang ada
di sekitarnya dan kondisi yang ada pada seseorang. Persepsi merupakan kesan
yang diperoleh oleh individu melalui panca indera kemudian dianalisa
(diorganisir), diintepretasi dan kemudian dievaluasi, sehingga individu tersebut
memperoleh makna. Persepsi sesungguhnya memerlukan proses belajar dan
pengalaman. Persepsi dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.
Persepsi seseorang timbul sejak kecil melalui interaksi dengan manusia lain.
Menurut Kotler (2009), persepsi adalah proses seorang individu memilih,
mengorganisasikan dan menafsirkan masukan-masukan informasi untuk menciptakan
suatu gambaran yang bermakna tentang dunia. Menurut Sugihartono (2007),
persepsi adalah kemampuan otak dalam menerjemahkan stimulus atau proses untuk
menerjemahkan stimulus yang masuk ke dalam alat indera manusia. Menurut Asrori (2009), persepsi adalah
proses individu dalam menginterprestasikan, mengorganisasikan dan memberi makna
terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan di mana individu itu berada yang
merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman. Menurut Thoha (1999),
persepsi adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami
setiap informasi tentang lingkungannya baik melalui penglihatan, pendengaran,
penghayatan, perasaan dan penciuman.Proses terjadinya persepsi Menurut Walgito
(1989), terbentuknya persepsi melalui suatu alur proses, yaitu sebagai berikut:
berawal dari objek yang menimbulkan rangsangan dan rangsangan tersebut mengenai
alat indra atau reseptor. Proses
ini dinamakan proses kealaman (fisik). Kemudian rangsangan yang diterima oleh
alat indra dilanjutkan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini dinamakan
proses fisiologis. Selanjutnya terjadilah suatu proses di otak, sehingga
individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan reseptor itu, sebagai suatu
rangsangan yang diterimanya. Proses yang terjadi dalam otak/pusat kesadaran
itulah dinamakan dengan proses psikologis. Pada taraf terakhir dari proses
persepsi ialah individu menyadari tentang apa yang diterima melalui alat indra
(reseptor).Dapat dipahami dari tulisan Ibu
Arundati Shinta di Kupasiana UP 45 bahwa persepsi positif disaat situasi
lingkungan memburuk itu sangat dibutuhkan.di Kecamatan Wongsorejo,Kabupaten Banyuwangi,Jawa
timur tahun 1970 kondisi laut begitu memprihatinkan.terumbu karang yang berguna
dan sebagai tempat tinggal berkembang biak ikan telah rusak parah.dikarenakan
nelayan yang menggunakan bom dan bahan kimia lainnya untuk menangkap
ikan.sehingga berdampak pada kerusakan terumbu karang dan akibat besarnya lagi
pendapatan ikan menurun.Persepsi terhadap lingkungan hidup adalah
cara-cara individu memahami dan menerima stimulus lingkungan yang dihadapinya.
Proses pemahaman tersebut menjadi lebih mudah karena individu mengaitkan objek
yang diamatinya dengan pengalaman tertentu, dengan fungsi objek, dan dengan
menciptakan makna-makna yang terkandung dalam objek itu. Penciptaan makna-makna itu terkadang meluas, sesuai
dengan kebutuhan individu (Fisher, Bell, & Baum, 1984). Contoh dari
persepsi itu ialah individu mengamati sebuah pohon besar dengan batangnya yang
besar dan daunnya rimbun. Persepsi yang muncul adalah sebuah benda yang dapat
menjadi peneduh yang menyenangkan, tempat untuk pesta kebun, tempat untuk
berpose bagi penganti yang senang dengan hal-hal yang alami, atau bisa juga
sebagai tempat yang mengerikan karena banyak hantunya. Pohon itu juga bisa
berfungsi penyumbang devisa negara dengan cara dijual, dan juga untuk kayu
bakar.Persoalan yang muncul dengan persepsi adalah manusia terlalu kreatif
dalam menciptakan persepsi berdasarkan manfaat. Dampaknya adalah keseimbangan
ekologi menjadi terguncang. Dampak yang segera muncul akibat terlalu kreatifnya
manusia adalah penggundulan hutan, banjir, serta keanekaragaman flora dan fauna
turun. Kalau melihat dampak yang mengerikan itu, maka sebenarnya bukan persepsi
manusia yang terlalu kreatif, tetapi persepsi manusia yang terlalu serakah.
Manusia ingin memanfaatkan semua isi bumi secepat-cepatnya tanpa memikirkan
kebutuhan makhluk lainnya.dibawah ini cara menjelaskan persepsi dalam bentuk
skema yang dikemukakan oleh Paul A.Bell dan kawan kawan (Sarwono,1995)
menunjukkan bahwa individu menghadapi/mengamati dan
ingin memahami suatu objek fisik yang ada di lingkungannya. Objek fisik itu
mempunyai sifat-sifat tertentu misalnya pohon besar mempunyai sifat daunnya
banyak dan batang kayunya besar (nyaman untuk berteduh), buahnya banyak, enak
dimakan dan tempat bergantung buah mudah dijangkau (pohon itu memang
menyenangkan). Individu juga mempunyai sifat, pengalaman, pengetahuan, dan
ketrampilan tertentu. Misalnya individu itu bersifat penyabar, pengalamannya
luas dan ia sering berada di tempat-tempat konservasi hutan karena profesi
pekerjaannya. Ia juga mempunyai ketrampilan merawat pohon karena semenjak kecil
ia dilatih orangtuanya untuk peduli pada lingkungan hidupnya. Oleh karena itu
ia berpengalaman dalam bidang konservasi hutan.Kini, ia
berhadapan dengan situasi baru yang mana banyak pohon besar tumbuh di
sekelilingnya. Untuk memahami lingkungan barunya, ia melakukan persepsi.
Apabila lingkungan barunya tersebut dipersepsikan hampir sama dengan tempat
kerjanya yang lama, maka penyesuaian dirinya berlangsung cepat dan mulus. Hal
ini karena lingkungan barunya tersebut dipersepsikan masih dalam batas-batas
optimal. Dampaknya adalah keadaan individu tetap kosntan dan stabil, atau
disebut sebagai homeostatis. Dalam situasi homeostatis, individu akan merasa
nyaman dan ia akan berusaha untuk mempertahankan situasi itu. Di Indonesia masih sangat kurang kesadaran
terhadap persepsi pro lingkungan.hal ini menimbulkan permasalahan yang kadang
terjadi masih acuh terhadap kebersihan lingkungan,kemudian terhadap sampah dan
masih banyak lagi pada situasi lingkungan.inilah yang masih menjadi PR Bersama
untuk mencari jalan keluar dari permasalahan permasalahan tersebut.namun dari
diri sendiri kita perlu untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan
lingkungan dan menjaga lingkungan tetap asri dan tidak merusak sumber daya alam
di bumi ini.
Seperti dalam
Undang-Undang No.18 Tahun 2008 pasal 12 bahwa setiap orang dalam pengelolaan
sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang
berwawasan lingkungan.kemudian ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara
pelaksanaan kewajiban pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah
rumah tangga sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan daerah.
Unilever
indonesia percaya bahwa permasalahan sampah terutama sampah plastik tidak bisa
ditangani hanya oleh satu pihak saja,melainkan harus secara bersama sama dan
diperlukan upaya yang terintegrasi.semua pihak termasuk masyarakat memiliki
peran yang sangat penting dalam mata rantai sampah.untuk itu unilever indonesia
secara konsisten melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan pera serta
masyarakat untuk bergerak bersama,mulai dari diri sendiri,mulai dari rumah demi
mewujudkan indonesia yang hijau.Unilever indonesia juga memperkuat eksistensi
dan peranan bank sampah binaannya melalui upaya digitalisasi,bekerja sama
dengan platform google my business.Masyarakat kini lebih mudah mengakses
dan memanfaatkan bank sampah terdekat,sejalan dengan upaya pemerintah dalam
menggalakkan digitalisasi bank sampah.banyak manfaat dari CSR bagi masyarakat
sendiri dapat meningkatkan kualitas sumber daya
manusia,kelembagaan,tabungan,konsumsi,dan investasi dari rumah tangga warga
masyarakat.dan bagi perusahaan CSR bermanfaat untuk meningkatkan kinerja
keungan perusahaan dengan menarik investor yang peduli dengan dampak sosial dan
lingkungan.
Daftar Pustaka
-
Shinta, Arundati
(2013).
Persepsi Terhadap Lingkungan.
http://kupasiana.psikologiup45.com/2013/04/persepsi-terhadap-lingkungan.html
- muchlisin Riadi (2015)
Pengertian,Jenis dan dampak sampah
Pengertian, Jenis dan Dampak Sampah - KajianPustaka
- Saiful
Hadi Arofad
Pengertian,Jenis,
cara mengelola sampah
Sampah
: Pengertian, Jenis, Cara mengelola (made-blog.com)
- Neraca
Cinta Dzilhag
Serba serbi tentang enviromental perception
Psikologi Lingkungan: Serba-Serbi Tentang Environmental
Perception - Kampus Psikologi
- Unilever
Indonesia Encourages Active Community Role Through #GenerasiPilahPlastik |
Unilever
- Unilever
Kemajuan
terkait penggunaan plastik
Kemajuan kami terkait penggunaan plastik | Unilever









0 komentar:
Posting Komentar