AYO MENJADI NASABAH DI BANK
SAMPAH
Psikologi Lingkungan Essay 6 Nasabah Bank Sampah
Dosen Pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta, M.A.
Disusun
oleh :
Afizain
Azidzaki Naufal
21310410186
Psikologi SJ
FAKULTAS
PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA
Apa itu bank sampah? Bank
Sampah adalah fasilitas untuk mengelola Sampah dengan prinsip 3R (reduce,
reuse, dan recycle), sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam
pengelolaan sampah, dan pelaksanaan Ekonomi Sirkular, yang dibentuk dan
dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah (Permen LHK
14 tahun 2021).
Maksud dari adanya Bank Sampah yaitu agar pengelolaan sampah dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan. Sampah telah menjadi permasalahan yang tiada akhir. Pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu. Apabila pengolahan sampah sudah baik, maka akan memberikan manfaat secara ekonomi dan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) sangat penting guna penyelesaian masalah sampah mulai dari sumbernya.
Saya mulai mencoba mengumpulkan sampah sedikit demi sedikit dari sampah plastik dan juga botol plastik yang ada di toko tempat saya bekerja, karena banyak sekali plastik dari barang - barang yang akan dijual, dan juga ada banyak botol yang dibuang oleh pembeli ke tempat sampah ataupun ada juga yang tidak membuangnya, lalu saya simpan dan kumpulkan di dalam kardus. sampah tersebut tidak saya pilah dan dibersihkan, dan saya bersihkan nanti sja sekalian sampah sampahnya jika sudah terkumpul bannyak, meskipun awalnya saya agak malas tetapi saya berusaha untuk mengerjakan hal tersebut karena jika berperilaku seperti itu terus mungkin saya tidak akan bisa berperilaku bertanggung jawab terutama terhadap sampah. ketika sampah itu sudah banyak lalu saya bawa pulang dan dibersihkan dengan menggunakan air sabun untuk plastik - palstik yang sebelumnya sudah dijadikan lembaran - lembaran, setelah direndam lalu dibilas dengan air bersih kemudian dijemur sampai kering, setelah dijemur lalu di kumpulkan dan dijadikan satu dalam karung yang sudah tersedia. Hari rabu 29 November 2023 saya pergi sekitar jam 10 pagi ke bank sampah terdekat, akan tetapi bank sampah yang berada di dekat rumah saya tutup, lalu saya mencari lagi dan menemukan bank sampah suryo resik, dan ketika saya kesana ternyata tidak ada tempat untuk menampung dan bisa diserahkan bulan desember, akhirnya saya mencari lagi dan menemukan bank sampah ASRI di daerah Pendowaharjo, sewon, Bantul Regency. disana saya bertemu dengan pengurus yang sedang memilah sampah - sampah yang ada, sampah yang saya bawa saya serahkan dan ditimbang seberat 1 Kg, dan dihargai Rp.200.00/Kg,lalu dicatat nama sebagai tanda saya menjadi nasabah di bank sampah ASRI dan katanya jika sampahnya botol yang sudah dibersihkan dihargai Rp.3000/ kg. Keesokan harinya kamis 30 November saya kembali ke bank sampah ASRI untu menyetorkan sampah botol yang masih tersisa dirumah dan ditimbang dengan berat 0.68 Kg.
Dari kegiatan ini saya menjadi
nasabah di bank sampah dapat meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan
sampah. Saya lebih sadar akan jenis-jenis sampah dan cara yang tepat untuk
memilah serta mendaur ulangnya. Partisipasi dalam program bank sampah juga
dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Dengan
mengurangi sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, kesehatan masyarakat
dapat lebih terjaga. Dengan menjadi nasabah di bank sampah juga mungkin menjadi
contoh positif bagi orang lain dalam komunitas untuk juga ikut serta dalam
upaya pengelolaan sampah yang lebih baik.







0 komentar:
Posting Komentar